MALANG – Grand Final Putra Putri Batik Kota Malang 2026 sukses digelar di Pendopo Kabupaten Malang pada Sabtu (27/6/2026). Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian seleksi yang bertujuan melahirkan generasi muda sebagai duta pelestarian batik, budaya, pariwisata, serta ekonomi kreatif Kota Malang.
Ratusan tamu undangan hadir memadati lokasi acara. Mereka berasal dari unsur pemerintah, akademisi, pelaku UMKM batik, komunitas budaya, sponsor, keluarga finalis, hingga masyarakat umum yang antusias menyaksikan malam puncak.
Grand Final Berlangsung Meriah

Grand Final Putra Putri Batik Kota Malang 2026 di Pendopo Kabupaten Malang yang melahirkan duta pelestari batik dan budaya.
Acara dimulai pukul 14.00 WIB dengan sesi Open Gate, dilanjutkan video pembuka, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan, serta perkenalan dewan juri.
Empat tokoh dipercaya menjadi dewan juri, yaitu Isa Wahyudi (Ki Demang) selaku Ketua Asosiasi Pengrajin Batik Kota Malang, Dian Likos Amelia dari Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang, Karenina Putri selaku Runner Up I Miss Youth Jawa Timur 2026, serta Mayang Ayunani yang merupakan Winner Putri Batik Nasional 2025 sekaligus Putri Batik Kota Malang 2025.
Selain itu, berbagai penampilan turut memeriahkan acara. Mulai dari Opening Dance, Video Batik Tour, peluncuran Batik Paguyuban, parade finalis, sesi pidato, hiburan, pengumuman Top 10, sesi tanya jawab, hingga prosesi penobatan para pemenang.
Daftar Pemenang Putra Putri Batik Kota Malang 2026

Grand Final Putra Putri Batik Kota Malang 2026 di Pendopo Kabupaten Malang yang melahirkan duta pelestari batik dan budaya.
Winner
Putri Batik Kota Malang 2026
- Apriliana Nurlatifah Ula – Universitas Negeri Malang.
Putra Batik Kota Malang 2026
- Moh. Abdul Wasil – Politeknik Negeri Malang.
Runner Up I
- Firnanda Ribbi – SMK Negeri 1 Kepanjen.
- Richardo Fadhurachman – SMA Negeri 7 Malang.
Runner Up II
- Chilya Salsabila – Universitas Negeri Malang.
- Dhany Syah Putra – Universitas Muhammadiyah Malang.
Penghargaan Khusus
- Favorite: Nazwa Nur Khadijah – Universitas Muhammadiyah Malang.
- Intelegensia: Nasyifa Nashwa Hammada – Universitas Brawijaya.
- Persahabatan: Ahmad Dhiyaul Haq – Universitas Brawijaya.
- Best Talent: Azzahra Dwi Nur – Universitas Negeri Malang.
- Best Social Media: Della Deswita Maharani – Universitas Negeri Malang.
Ajang Pembinaan Karakter dan Pelestarian Budaya
Ketua Dewan Juri, Isa Wahyudi atau Ki Demang, mengatakan bahwa Putra Putri Batik Kota Malang bukan sekadar ajang kompetisi. Menurutnya, kegiatan ini merupakan wadah pembinaan karakter, kepemimpinan, sekaligus pelestarian budaya bagi generasi muda.
“Batik bukan sekadar kain bermotif, tetapi identitas budaya yang mengandung nilai sejarah, filosofi, dan jati diri bangsa. Saya berharap Putra Putri Batik Kota Malang 2026 mampu menjadi teladan bagi generasi muda untuk mencintai produk lokal, mendukung para pengrajin batik, serta menjadi duta budaya yang mampu membawa nama Kota Malang di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Ki Demang.
Dukung UMKM dan Industri Batik Lokal

Grand Final Putra Putri Batik Kota Malang 2026 di Pendopo Kabupaten Malang yang melahirkan duta pelestari batik dan budaya.
Sementara itu, Dian Likos Amelia dari Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang menilai penyelenggaraan Grand Final tahun ini berhasil menghadirkan ruang promosi bagi industri batik daerah.
“Ajang ini menjadi salah satu media strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis batik. Melalui Putra Putri Batik Kota Malang, kami berharap lahir generasi muda yang mampu menjadi penggerak promosi batik lokal, mendukung UMKM, dan memperkenalkan produk unggulan Kota Malang kepada masyarakat yang lebih luas,” katanya.
Komitmen Melestarikan Batik
Director Paguyuban Putra Putri Batik Kota Malang, Sarah Mariyam, mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan Grand Final Putra Putri Batik Kota Malang 2026.
Menurutnya, para pemenang memiliki tanggung jawab besar untuk terus berkarya dan menjadi wajah pelestarian budaya Kota Malang.
“Kami berharap para pemenang tidak berhenti setelah menerima mahkota, tetapi terus berkarya, mengabdi, dan menjadi wajah budaya Kota Malang yang mampu menginspirasi generasi muda serta mempromosikan batik sebagai warisan budaya Indonesia,” tuturnya.
Perkuat Pelestarian Budaya di Kota Malang

Grand Final Putra Putri Batik Kota Malang 2026 di Pendopo Kabupaten Malang yang melahirkan duta pelestari batik dan budaya.
Grand Final Putra Putri Batik Kota Malang 2026 resmi berakhir pada pukul 19.00 WIB. Kegiatan ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara pemerintah, komunitas budaya, dunia pendidikan, pelaku UMKM, sponsor, media, dan masyarakat dalam melestarikan batik sebagai warisan budaya bangsa.
Melalui ajang ini, Kota Malang diharapkan terus memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat pengembangan batik sekaligus ekonomi kreatif di Indonesia.
