Malang – Rektor Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang, H. Imron Rosyadi Hamid, S.E., M.Si., Ph.D, mengaku terharu melihat kondisi SMK Ar-Roudloh Gedangan yang hingga kini masih mengalami keterbatasan pasokan air bersih.
Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Workshop Strategi Membangun Budaya Madrasah: Strengthening Hamblumminannas Through Love Based Education yang digelar di SMK Ar-Roudloh, Sabtu (1/8/2026).
Dalam sambutannya, Imron menyampaikan bahwa persoalan ketersediaan air merupakan kebutuhan mendasar yang harus segera mendapat perhatian.
Ia pun berkomitmen akan membantu memperjuangkan solusi dengan berkoordinasi kepada Pemerintah Kabupaten Malang.”Saya akan berupaya membantu mengomunikasikan persoalan ini kepada Bupati Malang agar kebutuhan air di SMK Ar-Roudloh dapat segera memperoleh solusi,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Imron juga mengisahkan perjalanan berdirinya Madrasah Misbahul Wathan yang penuh perjuangan dan keterbatasan.
Menurutnya, lembaga pendidikan yang dibangun dengan semangat keikhlasan dan pengabdian kepada masyarakat akan mampu berkembang apabila dikelola dengan konsisten.
Ia menilai perjalanan SMK Ar-Roudloh memiliki kemiripan dengan kisah awal berdirinya Pondok Pesantren Ar-Roudloh.
Berawal dari kondisi yang sederhana dan penuh keterbatasan, lembaga pendidikan dapat tumbuh menjadi besar apabila seluruh elemen memiliki komitmen, kesabaran, dan semangat membangun.
Imron mencontohkan perjalanan Misbahul Wathan yang kini berkembang dan dikenal masyarakat sebagai SMK Al Ishlahiyah Singosari.
Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari kerja keras, kebersamaan, serta keteguhan dalam menjaga nilai-nilai pendidikan.
Sementara itu, workshop yang mengusung tema Building Inclusive and Peaceful Madrasah tersebut menghadirkan Dekan Fakultas Ilmu Keislaman (FIK) UNIRA, Dr. Siti Muawanatul Hasanah, S.Pd., M.Pd., sebagai pemateri, dengan moderator Eko Yusuf Wahyudi, M.Pd.
Kegiatan juga dihadiri Ketua Yayasan Ar-Roudloh, Ali Fasha, S.Ag., M.Pd., beserta jajaran guru dan civitas akademika SMK Ar-Roudloh Gedangan.Workshop ini diharapkan menjadi momentum memperkuat budaya madrasah yang inklusif, damai, serta berlandaskan nilai-nilai kasih sayang dalam proses pendidikan. (fbr)
