Sekilasmalang.com– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang terus mengintensifkan edukasi kebencanaan kepada pelajar sejak usia dini. Melalui dua kegiatan berbeda yang digelar pada Kamis (12/6/2026), BPBD memberikan pemahaman mengenai mitigasi bencana kepada siswa RA Diponegoro Ngajum dan MI Al Hidayah Kasembon, Bululawang.
Kegiatan pertama berupa Kunjungan Belajar Pengenalan Bencana yang diikuti sebanyak 100 siswa-siswi RA Diponegoro Kecamatan Ngajum. Dalam kegiatan tersebut, para peserta didampingi 18 guru dari Lembaga Pendidikan Muslimat NU Bina Bakti Wanita RA Diponegoro.
Kegiatan dilaksanakan di halaman Kantor BPBD Kabupaten Malang, Kepanjen. Para siswa mendapatkan materi pengenalan umum tentang kebencanaan, edukasi perlengkapan dan peralatan penanggulangan bencana, serta berbagai permainan edukatif.
Program tersebut bertujuan mengenalkan berbagai jenis bencana alam dan upaya mitigasinya kepada anak-anak sejak dini. Edukasi kebencanaan dinilai penting untuk membentuk generasi yang tangguh, responsif, dan tidak panik ketika menghadapi situasi darurat.
Sementara itu, kegiatan kedua dilaksanakan di MI Al Hidayah Kasembon, Bululawang melalui Perkemahan Akhir Tahun yang berlangsung pukul 15.00 WIB hingga 16.30 WIB.
Kegiatan dikemas secara interaktif dan edukatif dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam menghadapi potensi bencana. Selain itu, kegiatan juga diharapkan mampu membentuk karakter peserta didik yang mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab.
Rangkaian acara diawali dengan sosialisasi dan pengenalan mitigasi bencana secara umum, kemudian dilanjutkan dengan simulasi dukungan evakuasi dalam keadaan darurat. Dalam kesempatan tersebut, para siswa juga diperkenalkan mengenai peran anggota Pramuka dalam membantu penanganan bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang, Purwoto, S.Sos., M.Si., mengatakan pihaknya mendukung penuh kedua kegiatan tersebut dengan menyediakan narasumber serta memfasilitasi sarana penunjang, termasuk peminjaman tenda untuk kegiatan perkemahan di MI Al Hidayah.
“Diharapkan para siswa tidak hanya mendapatkan pengalaman yang seru, tetapi juga memiliki kesiapan mental dan wawasan yang kuat terkait kebencanaan sejak dini,” ujar Purwoto.
Melalui dua kegiatan tersebut, BPBD Kabupaten Malang berharap budaya sadar bencana dapat tertanam sejak usia sekolah. Dengan demikian, para peserta didik diharapkan mampu mengenali potensi ancaman bencana di sekitarnya serta berperan aktif menjadi agen tangguh di lingkungan keluarga maupun masyarakat. (aln)
