Unira Malang Gelar Kuliah Umum Bersama Menko Pangan Zulhas

Malang – Menteri Koordinator Bidang Pangan Kabinet Merah Putih, Zulkifli Hasan, hadir sebagai narasumber utama dalam kuliah umum bertema “Ketahanan Pangan dan Kebangsaan sebagai Strategi Integratif Menuju Kedaulatan dan Stabilitas Nasional” yang digelar di Aula KH. Moch. Said, Kampus 1 Unira Malang, Selasa (24/02/2025).


Di hadapan sivitas akademika, unsur Forkopimda Kabupaten Malang, serta para pemangku kepentingan sektor pangan, Zulhas menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak bisa dipandang semata sebagai urusan produksi dan distribusi. Lebih dari itu, ia merupakan fondasi kedaulatan bangsa sekaligus syarat mutlak menuju negara maju.


Dalam paparannya, Zulhas menyinggung dinamika global dengan mencontohkan transformasi ekonomi Tiongkok sejak dekade 1980-an. Menurutnya, Indonesia memiliki peluang yang sama untuk melesat apabila mampu memperkuat fondasi ketahanan pangan sebagai basis stabilitas nasional.

Foto : Menko Pangan Zulkifli Hasan saat memberi kuliah umum di Unira Malang, istimewa.


“Bangsa yang kuat adalah bangsa yang mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. Ketahanan pangan adalah fondasi stabilitas nasional. Kalau kementerian ini tidak memberi manfaat nyata, untuk apa ada,” tegasnya.


Ia juga menyoroti peran strategis Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan berbasis desa. Desa, menurutnya, harus menjadi episentrum pertumbuhan ekonomi nasional.

Zulhas turut mengapresiasi keterlibatan TNI dari tingkat Dandim hingga Babinsa dalam mendukung pendirian gerai dan gudang KDKMP di berbagai wilayah sebagai wujud sinergi pertahanan dan ketahanan pangan dalam kerangka politik kebangsaan.


Perspektif Kampus: Inovasi Akademik untuk Ketahanan Pangan


Sementara itu, Rektor Unira Malang, H. Imron Rosyadi Hamid, SE., MM., Ph.D., menyampaikan bahwa kampus tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga aktor nyata dalam penguatan ketahanan pangan nasional melalui Program KKN-Tematik (KKN-T) 2025.


Program tersebut difokuskan pada penguatan ekosistem social enterprise desa serta diversifikasi pangan lokal berbasis potensi wilayah.


Menurut Gus IRH, sapaan akrabnya, KKN-T 2025 meninggalkan jejak digital sebagai legasi kontribusi kampus dalam mendukung program strategis nasional.
“Kuliah umum ini menjadi forum strategis untuk mempertemukan perspektif kebijakan nasional dengan kontribusi akademik dalam menjawab tantangan pangan nasional,” ujarnya.


Ia menambahkan, komitmen Unira Malang sejalan dengan target swasembada pangan nasional serta respons terhadap ancaman krisis pangan global melalui inovasi berbasis riset dan pengabdian masyarakat.


Dua Perspektif, Satu Tujuan Nasional


Kuliah umum ini menghadirkan dua sudut pandang yang saling melengkapi yakni
Perspektif Pemerintah, Ketahanan pangan sebagai strategi geopolitik dan stabilitas nasional serta Perspektif Akademik – Ketahanan pangan sebagai gerakan inovasi desa dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan.


Sinergi keduanya menegaskan bahwa kedaulatan pangan bukan hanya agenda kementerian, tetapi tanggung jawab kolektif bangsa—dari pusat kekuasaan hingga ruang-ruang kelas di kampus.
Dengan pendekatan integratif antara kebijakan nasional dan inovasi akademik, langkah menuju swasembada pangan tidak hanya menjadi wacana, melainkan gerakan konkret berbasis kolaborasi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *