UNIRA Malang Berangkatkan 162 Mahasiswa KKN Tematik 2026, Siap Perkuat Delapan Desa Wisata di Kabupaten Malang

Sekilasmalang.com – Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang kembali menegaskan komitmennya sebagai kampus yang berdampak bagi masyarakat. Sebanyak 162 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 resmi diberangkatkan untuk mengabdi di delapan desa wisata di Kabupaten Malang melalui program bertema “Penguatan Ekosistem Desa Wisata Berdampak dan Berkelanjutan.”

Pemberangkatan mahasiswa berlangsung di Lapangan Kampus 1 UNIRA Malang, Senin (20/7/2026). Selama lebih dari satu bulan, mulai 20 Juli hingga 30 Agustus 2026, para mahasiswa lintas program studi akan menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat di bawah pendampingan dosen pembimbing lapangan (DPL).

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNIRA Malang, Abdillah, menegaskan bahwa KKN Tematik tidak sekadar menjadi syarat akademik, tetapi merupakan ruang belajar yang mempertemukan mahasiswa dengan persoalan nyata di tengah masyarakat.

“Kami ingin mahasiswa belajar langsung dari kehidupan desa. Mereka akan mendampingi masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal, memperkuat kelembagaan desa wisata, mengoptimalkan promosi digital, meningkatkan kapasitas UMKM, hingga membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar desa mampu tumbuh secara mandiri,” ujar Abdillah yang akrab disapa Abe.

Menurutnya, pendekatan tersebut diharapkan mampu melahirkan mahasiswa yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kepekaan sosial dan kemampuan menyelesaikan persoalan masyarakat melalui inovasi yang aplikatif.

Sementara itu, Rektor UNIRA Malang, H. Imron Rosyadi Hamid, S.E., M.Si., Ph.D., mengingatkan seluruh peserta agar menjadikan KKN sebagai momentum membangun karakter kepemimpinan, integritas, dan semangat kolaborasi bersama masyarakat.

“KKN bukan sekadar hadir di desa, tetapi bagaimana mahasiswa mampu menjadi bagian dari masyarakat. Bangun komunikasi yang baik, hormati budaya lokal, dengarkan aspirasi masyarakat, kemudian hadirkan inovasi yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan desa. Jadilah duta UNIRA yang membawa manfaat dan meninggalkan jejak kebaikan,” pesannya.

Pria yang akrab disapa Gus IRH itu juga mengingatkan bahwa atribut yang dikenakan mahasiswa selama menjalankan KKN memiliki makna yang lebih dalam.

“Jaket KKN yang kalian kenakan bukan sekadar melindungi dari panas atau hujan. Jaket itu adalah simbol kebanggaan kampus yang harus dijaga dengan sikap, perilaku, dan dedikasi selama mengabdi di tengah masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Gus IRH menjelaskan bahwa tema KKN Tematik tahun ini sejalan dengan arah pembangunan nasional yang menempatkan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Karena itu, mahasiswa diharapkan mampu berkontribusi dalam memperkuat tata kelola desa wisata, meningkatkan literasi digital pelaku UMKM, mengembangkan ekonomi kreatif, hingga mengoptimalkan potensi wisata berbasis alam, religi, dan budaya.

“Mahasiswa harus mampu menjadi agen perubahan yang menghadirkan solusi nyata. Kehadiran kalian harus memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus menjadi pengalaman berharga dalam membangun kepemimpinan di masa depan,” ujarnya.

Prosesi pemberangkatan ditandai dengan penyematan jaket KKN oleh Rektor UNIRA Malang bersama Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Raden Rahmat kepada perwakilan mahasiswa dan dosen pembimbing lapangan. Penyematan tersebut menjadi simbol amanah sekaligus tanggung jawab moral yang diemban seluruh peserta KKN.

Suasana pemberangkatan semakin semarak dengan pemukulan kentongan dan pelepasan paper confetti oleh jajaran pimpinan universitas bersama perwakilan mahasiswa sebagai penanda dimulainya pengabdian di delapan desa wisata.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa dan pesan moral yang disampaikan Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Raden Rahmat Malang, KH. Dr. Romadlon Chatib, M.H.

Acara pemberangkatan turut dihadiri Wakil Rektor I Dr. (Cand.) Sinolah, S.AB., M.AB., Wakil Rektor III Dr. Hasan Bisri, M.Pd., Wakil Rektor IV Dr. Abdur Rofi Maulana, M.Pd., Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Dr. Yusuf Azwar Anas, S.E., M.M., Dekan FISIP Khusnul Hakim, M.H., para ketua program studi, dosen pembimbing lapangan, serta seluruh mahasiswa peserta KKN Tematik 2026.

Dengan mengusung konsep penguatan desa wisata yang berdampak dan berkelanjutan, UNIRA Malang berharap program KKN Tematik 2026 tidak hanya memberikan pengalaman belajar bagi mahasiswa, tetapi juga menghasilkan kontribusi nyata bagi pembangunan desa serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Malang.(rj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *