Jajanan merupakan bagian tak terpisahkan dari keseharian para siswa. Namun, di balik kelezatannya, tidak sedikit jajanan yang justru menyimpan bahaya tersembunyi. Pewarna buatan, pemanis sintetis, dan pengawet berlebihan sering ditemukan pada makanan ringan yang dikonsumsi anak sekolah, dan dapat berdampak negatif terhadap kesehatan serta kemampuan konsentrasi belajar.
Melihat fenomena ini, mahasiswa Institut Teknologi Kesehatan Malang (ITKM) Widya Cipta Husada menggelar program edukasi “Smart Snack” di SMK NU Sunan Giri. Program ini mendapat dukungan penuh dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemendikti Saintek 2025 sebagai implementasi Mata Kuliah Wajib Kurikulum yang menekankan kolaborasi teori dan praktik pengabdian masyarakat.
Edukasi Interaktif yang Bikin Siswa Antusias
Program Smart Snack dirancang dengan metode pembelajaran yang interaktif, menarik, dan menyenangkan. Mahasiswa ITKM WCH menyiapkan beragam media edukasi, mulai dari presentasi visual hingga permainan edukatif “Smart Snack Games” yang menggunakan flashcard.
Kegiatan dimulai dengan penyampaian materi tentang:
apa itu jajanan sehat,
kandungan gizi yang dibutuhkan tubuh,
dampak konsumsi jajanan tidak sehat,
serta tips memilih makanan ringan yang aman dan bernutrisi.
Siswa SMK NU Sunan Giri terlihat sangat antusias mengikuti jalannya program. Mereka aktif bertanya, berdiskusi tentang jajanan favorit, dan mencoba mengidentifikasi mana makanan yang layak dikonsumsi sehari-hari.
Melalui permainan flashcard, siswa diajak membedakan jajanan sehat seperti buah segar, yogurt, kacang-kacangan, hingga sandwich gandum, dibandingkan jajanan tinggi gula, garam, dan lemak jenuh.
Hasil Evaluasi: Pengetahuan Siswa Meningkat Tajam
Evaluasi di akhir kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan siswa tentang jajanan sehat. Kini mereka memahami bahwa smart snack bukan berarti berhenti jajan, melainkan lebih cerdas memilih makanan yang:
bersih dan higienis,
tidak menggunakan pewarna mencolok,
tidak terlalu manis atau asin,
dan memiliki nilai gizi baik.
Guru SMK NU Sunan Giri turut memberikan apresiasi tinggi atas pelaksanaan program ini. Menurut mereka, edukasi ini memberikan manfaat nyata dan sangat relevan dalam mendukung pembiasaan hidup sehat di lingkungan sekolah.
Kolaborasi Pendidikan untuk Generasi Sehat dan Berprestasi
Program Smart Snack menjadi bukti kolaborasi efektif antara perguruan tinggi, sekolah, dan pemerintah dalam mencetak generasi muda yang lebih sadar gizi. Dengan dukungan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemendikti Saintek 2025, mahasiswa ITKM Widya Cipta Husada mampu mengimplementasikan ilmu di bangku kuliah untuk memberikan dampak positif pada masyarakat.
Keberhasilan program ini diharapkan dapat menginspirasi sekolah-sekolah lain untuk mengadakan kegiatan serupa, sehingga gerakan Smart Snack dapat menyebar lebih luas demi terwujudnya generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berprestasi.
Smart Snack: Cerdas Memilih Jajanan untuk Generasi Sehat dan Cerdas
