Kota Malang – Sejumlah titik di Kota Malang terendam banjir setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut beberapa hari lalu. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang langsung bergerak cepat mengevakuasi warga terdampak sekaligus melakukan pendataan kerusakan rumah dan kebutuhan bantuan.
Kepala BPBD Kota Malang, Prayitno, mengatakan bahwa langkah utama yang dilakukan adalah memastikan keselamatan warga. Tim diterjunkan ke lokasi rawan, khususnya permukiman dengan ketinggian air tertinggi, untuk memindahkan warga ke tempat lebih aman serta mengevakuasi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan perempuan.
> “Evakuasi kami lakukan segera pasca banjir. Kami prioritaskan keselamatan warga terlebih dahulu sebelum masuk ke tahap pendataan kerusakan,” ujar Prayitno.
–
BPBD Mulai Distribusi Bantuan dan Verifikasi Kerusakan
Setelah proses evakuasi, BPBD mulai melakukan pendataan kerusakan rumah serta barang milik warga. Dari hasil asesmen sementara, terdapat lima rumah mengalami kerusakan berat hingga roboh, serta sejumlah peralatan dapur warga dilaporkan hilang terbawa arus.
BPBD menyebutkan bantuan sudah mulai disalurkan ke warga terdampak, meski pendataan masih terus dilakukan secara bertahap.
> “Kemarin masih data jumlah kerusakan saja, namun bantuan tetap kami kirim ke warga terdampak,” terang Prayitno.
Verifikasi lanjutan kini difokuskan pada pengumpulan kebutuhan dasar warga, termasuk pakaian anak-anak, pakaian dewasa, peralatan dapur, dan perlengkapan rumah tangga yang rusak akibat banjir.
Sinergi BPBD, Dinsos, dan PMI: Bantuan Lebih Tepat Sasaran
Tidak hanya bergerak sendiri, BPBD Malang menggandeng Dinas Sosial, Dinas Kesejahteraan Sosial, serta Palang Merah Indonesia (PMI) dalam penanganan bencana. Kolaborasi antarinstansi dilakukan untuk memastikan distribusi bantuan tidak tumpang tindih serta sampai tepat sasaran.
> “Artinya jika BPBD membantu jenis bantuan tertentu, PMI membantu yang lain. Dengan begitu bantuan yang datang tidak kurang dan tidak berlebih,” ujar Prayitno menekankan pentingnya koordinasi lintas lembaga.
Sinergi ini diharapkan mempercepat pemulihan pasca banjir sekaligus menekan potensi munculnya masalah baru di titik terdampak.
Prayitno: Mitigasi Pentahelix Jadi Fokus Jangka Panjang
Selain penanganan pasca banjir, Prayitno menyampaikan bahwa pengurangan risiko bencana di masa depan menjadi prioritas. Ia menegaskan pentingnya melibatkan seluruh elemen pentahelix—pemerintah, akademisi, masyarakat, pelaku usaha, dan media—dalam upaya mitigasi.
Mitigasi dilakukan melalui dua pendekatan:
1. Aspek Fisik
perbaikan dan penguatan infrastruktur wilayah rawan
treatment saluran air dan drainase
pemantauan titik banjir secara berkala
2. Aspek Non-Fisik
penyuluhan dan edukasi kesiapsiagaan banjir
pelatihan tanggap darurat untuk masyarakat
peningkatan literasi publik mengenai keselamatan bencana
> “Mitigasi pentahelix ini kami dorong agar bersama-sama mampu mengurangi risiko bencana sebelum terjadi. Tidak hanya respon, tetapi pencegahan,” ungkapnya.
BPBD Siaga, Masyarakat Diminta Tetap Waspada
Dengan curah hujan tinggi yang masih berpotensi mengguyur wilayah Malang dalam beberapa pekan mendatang, BPBD Kota Malang terus memantau kondisi sungai, saluran air, serta mengaktifkan laporan cepat dari masyarakat.
Prayitno mengimbau warga untuk tetap waspada, terutama yang tinggal di sekitar bantaran sungai dan daerah cekungan air.
BPBD Kota Malang kembali menegaskan: keselamatan warga adalah prioritas utama.
Respons cepat, koordinasi terpadu, serta komitmen mitigasi jangka panjang menjadi bukti bahwa penanganan banjir bukan hanya persoalan hari ini, melainkan langkah berkelanjutan demi keamanan seluruh warga Kota Malang.
Usai Banjir Surut, BPBD Malang Intensifkan Mitigasi Pentahelix
