Tiga Seniman Terima Anugerah Sabda Budaya FIB UB 2025, Ini Nama dan Kategorinya


Tiga Seniman Terpilih Menerima Anugerah Sabda Budaya FIB UB 2025

SEKILASMALANG.COM – Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya (FIB UB) menetapkan tiga seniman sebagai penerima Anugerah Sabda Budaya 2025, melalui laporan pertanggungjawaban resmi yang disampaikan oleh Yohanes Padino Adi Nugroho, S.S., M.Hum, selaku ketua tim kurator.

Dalam laporannya, Padino membuka sambutan dengan mengangkat refleksi tentang seni sebagai panggilan jiwa yang tidak dapat dielakkan. Menurutnya, seorang seniman menjalani hidup dengan dorongan kreatif yang kuat, sebuah api yang ia sebut sebagai Danasmara atau Api Cinta, yang mendorong mereka untuk berkarya tanpa henti.

“Jika bukan aku yang menghidupi seni, lantas siapa?” ungkapnya dalam pidato, menggambarkan seni sebagai takdir dan kesadaran eksistensial yang lahir dari kedalaman spiritual dan intelektual.



Padino kemudian menggambarkan proses kreatif sebagai sesuatu yang mystical sekaligus rasional, menyerupai ruang kosong yang menantang namun mempesona. Ia mengutip konsep Maternal Thing atau das Ding dalam psikoanalisa Lacanian, sebagai representasi dari sesuatu yang dicari seniman namun tak pernah benar-benar dapat direngkuh sepenuhnya.



Proses Kurasi dan Struktur Tim Penilai

Dalam penyampaian laporan, Padino juga memperkenalkan susunan lengkap tim kurator Anugerah Sabda Budaya FIB UB 2025, yang terdiri dari:

Yohanes Padino Adi Nugroho, S.S., M.Hum — Koordinator Tim Kurator

Dr. Yusri Fajar, S.S., M.A. — Wakil Dekan I FIB UB

Dr. Muh. Fatoni Rohman, S.Pd., M.Pd. — Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia

I Kadek Yudi Astawan, S.Sn., M.Sn. — Dosen Seni Rupa Murni


Keempat kurator melakukan diskusi dan pertimbangan panjang sebelum akhirnya menyepakati tiga nama penerima anugerah pada tahun ini.



Penerima Anugerah Sabda Budaya FIB UB 2025

Setelah melalui seleksi, tiga tokoh seni dinyatakan layak menerima penghargaan berdasarkan kontribusi kreatif, rekam jejak karya, serta kedekatan mereka dengan aktivitas kebudayaan di FIB UB.

Berikut penerima penghargaan:

Kategori Nama Profesi

Sastra Tengsoe Tjahjono Penyair & cerpenis
Seni Tradisi Winarto Ekram Penari & koreografer
Seni Rupa Dadang Rukmana Perupa/Pelukis


Ketiganya disebut telah lama berada dalam radar kurator, serta memiliki riwayat kolaboratif yang kuat dengan fakultas.


Momentum Dies Natalis ke–16 dan Semangat Unggul–Berdampak

Penganugerahan tahun ini bertepatan dengan Dies Natalis ke-16 Fakultas Ilmu Budaya UB, menandai fase kedewasaan baru bagi fakultas. Padino menggambarkan FIB UB bak remaja yang tengah bertumbuh, penuh semangat, keberanian, dan kesiapan untuk berterima kasih pada para pelaku budaya yang berdampak.

Ia menegaskan bahwa jumlah tokoh yang layak diapresiasi sangat banyak, namun keputusan harus dibuat melalui evaluasi dan penajaman pilihan.


Pada akhirnya, kami berempat sepakat bulat,” tegas Padino dalam laporannya.


Penganugerahan kemudian disebut sebagai peristiwa bersejarah yang menyatukan rasa, cinta, dan penghormatan terhadap seni dan kebudayaan.


Penutup

Anugerah Sabda Budaya 2025 menjadi salah satu bentuk komitmen FIB UB untuk meneguhkan posisi seni sebagai ruang kreasi, dialog, dan inspirasi. Momentum ini sekaligus menguatkan peran kampus dalam merawat tradisi budaya dan memajukan ekosistem seni di Indonesia. (fry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *