Dampak terpahit pasca perang selain ekonomi runtuh, ketahanan pangan melemah.
Merebaknya kelaparan terjadi dimana2, kemudian pun lahir separatisme meminta
merdeka. Perang suadara dimana2, meledak kemudian menjadi sebuah akumulasi kerusuhan dan akhirnya- melahirkan banyak pemberontakan.
Mengutip dari sebuah buku karya Noam Chomsky, di dalam bab tentang “Amerika adalah Negara Teroris Terdepan”. Chomsky mengatakan bahwa solusi dwinasional (satu negara bersama), menjadi jalan keluar satu2nya dan bertujuan untuk menyelamatkan rakyat Palestina, menyudahi invansi militer, dan mendorong negara2 dunia lain untuk buka mata, serta telinga terhadap penderitaan selama ini rakyat palestina.
Tapi solusi dwinasional ini kemudian menjadi kontroversi besar, bahkan setelah kita tahu bahwa prabowo presiden indonesia berdiri berdampingan dengan netanyahu PM israel. Ini adalah momentum sejarah terpahit, akan terekam dengan jelas, dan menjadi diskusi di
masa depan bagi keturunan2 kita nanti.
Bagi sebagian orang yang paham bagaimana sejarah hubungan politik internasional antara palestina, dan dengan negara indonesia yang ketika
pada saat itu masih berstatus sebagai sebuah negara baru.
Ini akan menjadi sebuah cerita sejarah yg memalukan, dan akan di anggap sebagai sebuah aib busuk di masa depan, terkecuali probowo segera berani untuk mengambil sikap dan keputusan strategis. Meski rakyat indonesia bisa selamat dari tembakan peluru panas, tapi
indonesia tidak akan bisa terhindar dari krisisnya.
Artinya prabowo harus cepat untuk
merespon, dan segara buat konsolidasi negarabdunia ketiga serta negara2 benua afrika, deperti apa yg pernah di lakukan oleh soekarno tempo dulu. Yaitu dengan merangkul semua negara dunia korban perang, terjajah oleh imprealisme barat, dan kemudian secara solid
menyepakati kelahiran sebuah poros politik internasional baru, kongres Asia Afrika (KAA) di bandung jawa barat.
Intinya segera umumkan keberpihakan secara tegas, Indonesia tidak selamanya terus bermain dua kaki. Politik bebas aktif dalam situasi perang yg berkecamuk,
khawatir hanya berakhir menjadi sebuah narasi kosong.
Indonesia mungkin memang bisa terhindar dari peluru senjata, tapi indonesia tidak akan bisa dengan begitu saja lepas dari hegemoni ekopol blok barat. Momentum perang saat ini adalah kesempatan untuk ketegasan Indonesia, kita akan Berpihak kemana, dan bagaimana nasib kita pasca perang.
Jika kelaparan terjadi karena diplomasi alot dengan amerika, tanpa senjata rakyat indonesia telah menggali kuburanya sendiri. Maka Berpihaklah indonesia. (Minimal berpihak kepada negara lemah yang sama sama berada dalam jajaran negaraa Bu dunia ketiga.
Negara di asia tenggara yang dengan banyak versi, namun telah tekonfirmasi dengan valid. Menyatakan bahwa pengakuan kemerdekaan indonesia 1945, pertama kali disambut oleh pemimpin besar palestina.
Ingat bukan amerika, inggris, atau bahkan uni soviet. Tapi Negara Palestina, maka jika kita berani untuk berkata jujur, negara indonesia, negara kita saat ini sangat berhutang besar bagi bangsa dan negara palestina.
Berpihaklah dengan gagah, seperti yang telah dilakukan oleh Republik Islam Iran. Doa untuk seluruh para mujahid yg syahid dalam perang.
