Kemenko PM Susun Solusi Pemasaran UMKM dan Penguatan SMK

Malang  — Pemerintah pusat kembali menjadikan Jawa Timur sebagai laboratorium kebijakan pemberdayaan masyarakat. Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) memilih Surabaya sebagai lokasi penjaringan aspirasi untuk memperkuat pemasaran UMKM sekaligus memetakan kebutuhan sekolah kejuruan dalam program SMK Go Global.

Pemilihan Surabaya bukan tanpa alasan. Kota ini dikenal sebagai pusat pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus barometer perkembangan UMKM dan pendidikan vokasi di Indonesia bagian timur.

Surabaya Jadi Ruang Uji Kebijakan UMKM Nasional

Dalam kegiatan Forum Konsultasi Publik (FKP) di Universitas Airlangga, Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Leontinus Alpha Edison menyampaikan bahwa pengalaman Jawa Timur dalam membina UMKM dapat menjadi model nasional.

Menurut Leon, banyak persoalan UMKM yang masih menjadi pekerjaan bersama, seperti rendahnya penetrasi digital, pola pikir usaha yang belum adaptif, dan minimnya akses ke pasar ekspor.

“Kami melihat UMKM di Jawa Timur berkembang pesat, namun hambatannya tetap nyata. Karena itu Surabaya menjadi lokasi penting untuk memahami kebutuhan pelaku usaha di daerah,” ujar Leon.

Kemenko PM juga memaparkan inisiatif “Pasar 1001 Malam”, program yang akan menghidupkan aset pemerintah sebagai ruang pemasaran bagi UMKM. Program ini dinilai relevan untuk daerah-daerah dengan padat aktivitas ekonomi seperti Surabaya dan Malang Raya.

SMK Surabaya Tunjukkan Tantangan Nyata Pendidikan Vokasi

Selain menyerap aspirasi pelaku UMKM, Kemenko PM meninjau langsung kondisi pendidikan vokasi di Surabaya melalui dialog di SMKN 10 Surabaya. Sekolah kejuruan di kota besar seperti Surabaya dinilai mampu memberi gambaran paling jelas mengenai kebutuhan industri dan hambatan penyelarasan kurikulum.

Leon menyebut masih ada kesenjangan antara kompetensi yang diajarkan di sekolah dan kebutuhan dunia usaha, baik industri lokal maupun sektor pekerja migran.

“Kami ingin memastikan lulusan SMK di Surabaya dan kota-kota lain di Jawa Timur bisa bersaing, bukan hanya di tingkat nasional tetapi juga global,” ucapnya.

Jatim Diproyeksikan Jadi Penggerak UMKM dan Vokasi Nasional

Kemenko PM menilai Jawa Timur memiliki potensi besar dalam menopang dua agenda nasional sekaligus: penguatan UMKM dan peningkatan kualitas lulusan SMK. Kekuatan industri, jaringan komunitas, dan peran perguruan tinggi di Jatim menjadi alasan kegiatan “belanja masalah” dipusatkan di Surabaya.

Leon menegaskan bahwa keberhasilan seluruh program bergantung pada sinergi pemerintah daerah dan pusat.

“Daerah punya konteks dan dinamika yang berbeda. Dengan mendengar langsung dari Surabaya, kebijakan yang kami rumuskan akan lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.

Harapan Lahirnya Solusi Berbasis Daerah

Rangkaian kegiatan ini diharapkan menghasilkan peta jalan kebijakan yang dapat diadaptasi oleh pemerintah daerah di Jawa Timur dan menjadi rujukan nasional. Bagi Kemenko PM, Surabaya membuka pintu untuk merumuskan kebijakan yang tidak hanya berdampak lokal, tetapi juga memperkuat daya saing Indonesia di sektor UMKM dan vokasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *