Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola hidup sehat dan ramah lingkungan terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Berbagai penelitian dan program edukasi mulai mendorong penggunaan bahan alami sebagai alternatif pengganti produk kimia yang dapat mencemari lingkungan. Salah satu inovasi yang kini tengah dikembangkan adalah pemanfaatan bahan alami Indonesia, seperti biji lerak dan daun pandan, menjadi produk sabun yang aman, biodegradable, dan memiliki manfaat kesehatan.
Dari Bahan Kimiawi Menuju Solusi Berbasis Alam
Peningkatan penggunaan bahan kimia sintetis dalam produk rumah tangga telah menjadi perhatian global. Kandungannya sering kali berdampak buruk pada kulit, kesehatan, dan kelestarian lingkungan. Menjawab persoalan tersebut, ITKM WCH bekerja sama dengan sejumlah sekolah di Kabupaten Malang menginisiasi program pembuatan sabun alami berbahan dasar lerak dan pandan.
Program ini menjadi bagian dari penguatan model pembelajaran berbasis proyek untuk mata kuliah wajib Tahun 2025, yang diselenggarakan oleh Ditjen Belmawa Kemendikti Saintek. Salah satu kegiatan kolaboratif dilaksanakan bersama SMA Islam Kepanjen dalam bentuk praktik pembuatan sabun cuci tangan alami.
Sabun Lerak-Pandan: Kearifan Lokal yang Bernilai Ekologis
Lerak, atau soapnut, adalah buah dari pohon yang tumbuh subur di berbagai daerah Indonesia seperti Jawa dan Sumatra. Buah ini kaya akan saponin, senyawa pembersih alami yang memiliki sifat antibakteri, antijamur, serta ramah lingkungan. Ketika direbus, biji lerak menghasilkan busa lembut yang mampu membersihkan tanpa merusak keseimbangan kulit maupun ekosistem perairan.
Sementara itu, daun pandan juga memiliki kandungan alkaloid, saponin, flavonoid, polifenol, dan tanin. Kombinasi senyawa tersebut membuat pandan berfungsi sebagai antibakteri alami sekaligus antioksidan. Aroma khas daun pandan memberikan nilai tambah pada sabun hasil kreasi ini, menciptakan wangi segar tanpa pewangi sintetis.
Kolaborasi kedua bahan lokal ini menghasilkan sabun alami yang efektif, aman digunakan sehari-hari, serta tidak meninggalkan residu berbahaya bagi lingkungan.
Mendukung Gaya Hidup Berkelanjutan
Inovasi sabun lerak-pandan sejalan dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin konsumsi dan produksi berkelanjutan. Penggunaan bahan alam mendorong pembiasaan hidup ramah lingkungan serta menjadi langkah nyata membangun green citizenship di masyarakat.
Selain itu, kegiatan kolaboratif antara perguruan tinggi dan sekolah ini membuka peluang edukasi praktis bagi pelajar untuk mengenal konsep keberlanjutan, kewirausahaan ramah lingkungan, dan penerapan sains dalam kehidupan sehari-hari.
Penutup
Inovasi sabun lerak-pandan menjadi contoh nyata bahwa sumber daya lokal Indonesia memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai solusi kesehatan dan lingkungan. Melalui sinergi antara institusi pendidikan dan masyarakat, produk ramah lingkungan dapat hadir sebagai kebutuhan sekaligus gaya hidup baru — menegaskan bahwa alam Indonesia menyediakan solusi yang sehat, aman, dan berkelanjutan untuk masa depan.
Oleh: M. Alifudin Ikhsan, M.Pd., Bdn. Dini Ria Oktavia, S.ST., M.Keb., Abiy Naufal Zain, Astri Ana Fitri Hadi, Olivia Dwi Nurzaky
