Wisata Selecta Bebas Sampah Baru Dilaunching: Pengelolaan Berbasis Komunitas yang layak jadi Rujukan

Taman Wisata Legendaris Selecta Mencanangkan "Zero Waste" Pengelolaan Limbah Berbasis Komunitas

Pariwisata172 Dilihat

Sekilasmalang.com, Kota Batu – Wisata Selecta baru saja merilis program baru mereka yang bertajuk “Wisata Selecta Zero Waste”.

Ditilik secara harfiah, tagline tersebut merujuk pada pengelolaan sampah seefisien mungkin untuk mengurangi dampak pencemaran sampah terhadap lingkungan.

Benar saja, program Wisata Selecta Zero Waste ini mendapat apresiasi langsung dari Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastuktur Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI, Hariyanto saat Launching wisata Selecta bebas sampah (zero waste) pertama di Indonesia dan edukasi pengelolaan sampah, pada Selasa (2/7/2024) di Hall Wisata Selecta.

Launching Taman Wisata Selecta sebagai contoh community – based tourism (wisata berbasis komunitas) berfokus pada pengelolaan sampah ini ditandai dengan prosesi seremonial pemukulan gong sebagai tanda bahwa wajah baru Selecta dalam pengelolaan sampah dan edukasi sampah telah dimulai.

Direktur PT Selecta, Sujud Hariyadi mengatakan bahwa upaya yang hampir mustahil dilakukan yakni nihil sampah akhirnya bisa dilakukan.

Menurut Sujud Hariyadi, hampir puluhan ton sampah organik maupun non organik di produksi tiap bulan di Wisata Selecta.

“Ini sangat penting karena limbah sampah di Taman Rekreasi Selecta mencapai puluhan ton per bulan, terdiri dari sampah organik dan non organik,” katanya.

Namun, dalam tiga bulan terakhir, Wisata Selecta mampu mewujudkan zero waste. Hal tersebut ditandai dengan nihilnya sampah yang dibuang keluar dari area Wisata Selecta.

“Dalam tiga bulan terakhir, Selecta berhasil mewujudkan zero waste, di mana tidak ada lagi sampah yang keluar dari Taman Rekreasi, Hotel, dan Restoran menuju TPS, TPA, atau tempat pembuangan lainnya,” paparnya.

Ia menambahkan, langkah yang diambil PT Selecta mencakup prinsip reuse, reduce, dan recycle untuk sampah anorganik.

Sementara itu, sampah organik diolah menjadi pupuk kompos dan pupuk cair untuk tanaman, bahkan dimanfaatkan sebagai pakan ikan.

“Kami berharap PT Selecta selaku tempat pariwisata legendaris tidak hanya berkontribusi pada pengurangan sampah di Kota Batu tetapi juga memberikan contoh nyata bagaimana sektor pariwisata dapat menjalankan praktik bisnis yang berkelanjutan dalam mengelola limbah secara mandiri dan bertanggung jawab terhadap lingkungan,” harapnya.

Sementara itu, Hariyanto menyebut Taman Wisata Selecta sebagai contoh community-based tourism (wisata berbasis komunitas) yang berfokus pada pengelolaan sampah.

“Selecta telah menjadi contoh nyata bagaimana destinasi wisata dapat memberdayakan masyarakat setempat dan mengimplementasikan kebijakan pengelolaan sampah yang efektif bermuara kepada masyarakat,” katanya.

Ini kata dia,kebijakan pengelolaan sampah di Selecta sudah cukup baik, bahkan lebih dari cukup. Implementasinya tidak hanya diinisiasi oleh lembaga, namun juga dipraktekkan secara langsung di tempat destinasi.

“Destinasi wisata Indonesia seharusnya membuat ini menjadi contoh. Upaya pengelolaan sampah yang dilakukan oleh Selecta merupakan kejutan yang menyenangkan bagi kementerian. Ini surprise bagi kami karena merasakan spirit pelaku wisata dalam pengelolaan sampah yang akan terus menjadi faktual sampai saat ini,” tandasnya.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam penanganan kepariwisataan dan ekonomi kreatif.

Demikian pihaknya yakin dan semakin percaya diri bahwa penanganan kepariwisataan dan ekonomi kreatif akan tergaransi sistem berkelanjutan karena melibatkan para pihak yang berkepentingan, terutama masyarakat.

“Taman Wisata Selecta memberikan pencerahan kepada kita semua, termasuk kami dari Kementerian Pariwisata, tentang betapa pentingnya penanganan pariwisata yang melibatkan masyarakat, khususnya dalam hal pengelolaan sampah,” katanya.

Isu pengelolaan sampah, menurutnya akan terus menjadi isu yang aktual baik di Indonesia maupun di dunia internasional.

“Penanganan dan pengenalan sampah akan terus menjadi isu yang aktual bukan saja di Indonesia bahkan di dunia internasional. Sekali kita salah menangani sampah, maka akan keluar narasi media yang bisa merugikan kita semua,” tuturnya.

“Ini,” lanjut dia, “juga menjadi tantangan dan jangan dilihat dengan kacamata negatif, tetapi justru Indonesia yang memang tidak bisa dibandingkan apple to apple dengan negara-negara lain,” pungkasnya.

Keindahan Taman Bunga Selecta

Wisata Selecta yang terletak di Kota Batu, Jawa Timur, adalah destinasi wisata yang menawarkan keindahan alam yang memukau. Salah satu daya tarik utama dari tempat ini adalah taman bunga yang luas dan berwarna-warni. Taman bunga di Selecta memiliki berbagai macam bunga yang tertata rapi, membuatnya menjadi tempat yang ideal untuk berfoto dan menikmati pemandangan yang menenangkan.

Fasilitas dan Wahana di Wisata Selecta

Selain taman bunga, Wisata Selecta memiliki berbagai fasilitas dan wahana yang bisa dinikmati oleh pengunjung. Ada kolam renang dengan air yang jernih dan segar, cocok untuk berenang bersama keluarga. Tak hanya itu, ada juga wahana permainan seperti sepeda air, flying fox, dan banyak lagi. Fasilitas ini membuat Selecta menjadi tempat yang sempurna untuk rekreasi keluarga dan menghabiskan waktu bersama orang-orang tercinta.

Sejarah dan Lokasi Wisata Selecta

Wisata Selecta memiliki sejarah panjang yang dimulai sejak tahun 1930-an. Tempat ini awalnya dibangun sebagai tempat peristirahatan oleh seorang pengusaha Belanda. Seiring berjalannya waktu, Selecta berkembang menjadi salah satu destinasi wisata terkenal di Kota Batu. Lokasinya yang berada di pegunungan memberikan udara yang sejuk dan pemandangan alam yang indah, menambah daya tarik dari tempat ini.

Untuk mencapai Wisata Selecta, pengunjung dapat menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi umum. Letaknya yang strategis dan mudah dijangkau membuatnya menjadi pilihan utama bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam dan fasilitas rekreasi yang lengkap di Kota Batu, Jawa Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *