MALANG – Kesabaran warga RW 9 Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, akhirnya habis. Setelah berbulan-bulan memilih diam, warga kini mengadu ke DPRD Kota Malang menyusul serangkaian aksi yang dinilai mengganggu ketenangan dan keamanan lingkungan.
Polemik yang terjadi di lingkungan RW 9 Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, akhirnya dibawa warga ke DPRD Kota Malang. Langkah ini diambil setelah kesabaran warga dinilai mencapai batas, menyusul serangkaian aksi yang diduga dilakukan oleh Muhammad Imam Muslimin atau yang akrab disapa Yai Mim.
Ketua RW 9 Merjosari, Wahyu Rendra, mengungkapkan bahwa keresahan warga sebenarnya sudah muncul sejak lama. Namun pada awalnya, persoalan tersebut dianggap sebagai konflik personal antara dua pihak dan telah masuk dalam ranah hukum.
“Awalnya memang sudah membuat warga resah. Tapi karena dianggap masalah pribadi dan sudah ditangani secara hukum, warga memilih wait and see dan tidak ikut campur,” ujar Wahyu Rendra, dikutip dalam Instagram malang raya info, Senin (29/12/2025).
Seiring berjalannya waktu, situasi di lingkungan RW 9 Merjosari disebut mengalami perubahan. Aksi-aksi yang dilakukan Yai Mim tidak lagi menyasar individu tertentu, melainkan mulai berdampak langsung pada lingkungan sekitar permukiman warga.
Menurut Wahyu, dampak tersebut memicu keresahan yang lebih luas karena menyangkut fasilitas umum dan keamanan lingkungan. Beberapa fasilitas dilaporkan mengalami kerusakan.
“Lama-lama justru merusak fasilitas umum. CCTV pemukiman dirusak, lalu ada juga kendaraan warga yang digembosi,” ungkapnya.
Kondisi tersebut mendorong warga untuk mengambil langkah lebih lanjut dengan mengadukan persoalan ini ke DPRD Kota Malang. Warga berharap ada perhatian dan solusi dari pihak terkait agar situasi keamanan dan kenyamanan lingkungan dapat kembali kondusif.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak teradu terkait aduan warga RW 9 Merjosari tersebut. Warga berharap proses mediasi maupun penanganan lanjutan dapat dilakukan secara adil dan transparan demi menjaga ketertiban lingkungan. (aln)
