Malang — PT Gudang Baru Berkah (PT GBB) merayakan momen ulang tahun perusahaannya dengan cara yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tak sekadar pesta internal, perusahaan yang berbasis di Malang ini menjadikan perayaannya sebagai ajang berbagi — memberdayakan ratusan UMKM lokal sekaligus memanjakan karyawannya melalui pembagian voucher.
Dalam rangkaian acara ulang tahun ke-34 yang digelar pada Kamis, 27 Agustus 2026, PT Gudang Baru Berkah mengambil langkah nyata untuk mendongkrak ekonomi lokal. Rangkaian perayaan dibuka dengan istighosah Sabilul Taubah yang dipimpin Gus Iqdam Muhammad, sebagai wujud syukur atas perjalanan perusahaan. Ratusan pelaku UMKM di sekitar Malang dilibatkan dan diberdayakan sebagai bagian dari ekosistem perayaan — mencakup pangan dan kuliner, merchandise, hingga jasa pendukung acara.
Pemberdayaan UMKM dalam perayaan ini menjadi catatan tersendiri bagi ekosistem ekonomi kreatif Malang. Melalui skema ini, pelaku usaha mikro dan kecil mendapat ruang untuk mengenalkan produk unggulan mereka di hadapan ribuan pengunjung. Menurut literasi UMKM di Indonesia, keterlibatan langsung dalam event berskala besar terbukti efektif meningkatkan omzet sekaligus memperluas jaringan bisnis pelaku lokal.
“Kami percaya ulang tahun perusahaan bukan hanya milik manajemen, tetapi milik seluruh ekosistem yang tumbuh bersama kami — termasuk UMKM di sekitar kita,” ujar perwakilan manajemen perusahaan.
Kebahagiaan itu tak hanya dirasakan mitra lokal. Ribuan karyawan PT Gudang Baru Berkah menjadi bagian dari perayaan melalui pembagian voucher sebagai apresiasi atas dedikasi mereka sepanjang tahun berjalan.
Semarak acara makin lengkap dengan kehadiran sejumlah bintang tamu yang menghibur karyawan dan tamu undangan, di antaranya musisi Guyon Waton serta penyanyi lailaayu_real (finalis/penyanyi KDI). Penampilan mereka memanjakan pengunjung dan menutup rangkaian perayaan dengan meriah. Simak juga Event & Festival Favorit di Malang lainnya di sekilasmalang.com.
Bagi perusahaan ini, perayaan tersebut menjadi pengingat bahwa pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan harus berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat sekitar dan kesejahteraan karyawan — bukan sekadar angka di laporan keuangan.
