Pemkab Malang Bikin Heboh: Tahun Baru Tanpa Kembang Api, Penuh Haru, dan Banjir Pujian dari Netizen

Tahun Baru Tanpa Kembang Api, Penuh Haru, dan Banjir Pujian dari Netizen

Sekilas Malang Antara news Perayaan Tahun Baru 2026 di Kabupaten Malang menarik perhatian publik. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang memutuskan meniadakan pesta kembang api dan konvoi. Sebagai gantinya, mereka mengadakan doa bersama untuk korban bencana banjir dan longsor di Sumatra.

Bupati Malang, M. Sanusi, menegaskan bahwa malam pergantian tahun ini bukan waktu untuk pesta, melainkan momen refleksi dan empati.

“Kembang api tidak ada, konvoi tidak ada. Malam tahun baru kami isi dengan doa bersama untuk Indonesia yang sedang berduka,” kata Sanusi, Rabu malam.

Doa Bersama di Masjid Kanjuruhan Jadi Sorotan

Doa bersama berlangsung di Masjid Kanjuruhan, Kecamatan Kepanjen. Ratusan warga, tokoh masyarakat, dan pejabat Pemkab hadir untuk mendoakan korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Video suasana doa cepat menyebar di media sosial. Dalam rekaman itu, warga tampak duduk khusyuk sambil menunduk di bawah langit malam yang tenang.

Warganet membanjiri kolom komentar dengan pujian. Banyak yang mengaku terharu melihat kesederhanaan acara tersebut.

“Tahun baru paling adem yang pernah ada,” tulis pengguna Instagram.
“Tidak perlu pesta besar, doa seperti ini lebih bermakna,” komentar akun lainnya.

Petugas Dishub Ikut Berdoa, Netizen Kagum

Petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satpol PP turut menjaga keamanan acara. Namun perhatian netizen justru tertuju pada seorang petugas Dishub yang ikut berdoa sambil mengenakan rompi reflektif.

Foto itu viral di media sosial. Banyak netizen menilai momen tersebut menggambarkan ketulusan tanpa sekat jabatan.

“Mas Dishub-nya ikut doa dengan rompi masih terpakai. Sederhana, tapi menyentuh,” tulis warganet di X.


Suasana Haru dan Sosok Misterius di Antara Jamaah

Suasana malam terasa damai. Tidak ada suara terompet atau pesta, hanya lantunan doa dan rasa syukur.

Namun beberapa warga mengaku melihat sosok misterius di pojok masjid. Mereka menduga orang itu seorang influencer lokal yang aktif menggalang donasi untuk korban bencana.

Sosok itu meninggalkan lokasi sesaat setelah acara selesai, membuat netizen penasaran. Meski belum ada konfirmasi, kabar ini menambah warna pada perbincangan di media sosial.

Pemkab Malang Siaga Lewat Operasi Lilin Semeru

Selain menggelar doa bersama, Pemkab Malang menurunkan petugas untuk mendukung Operasi Lilin Semeru. Operasi berlangsung sejak 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026.

Bupati Sanusi menjelaskan bahwa Pemkab menyiapkan ambulans, alat berat, dan mobil pemadam kebakaran untuk memastikan keamanan warga selama liburan.

Langkah ini menuai pujian. Banyak masyarakat menganggap kebijakan tersebut menunjukkan empati dan kesiapan pemerintah daerah.

“Pemimpin yang peka. Rayakan dengan doa, bukan pesta,” tulis pengguna Twitter.

Tahun Baru Tanpa Euforia, Tapi Sarat Makna

Warga Malang menyambut tahun baru dengan cara berbeda. Tanpa pesta dan keramaian, mereka justru menemukan kehangatan dan ketenangan.

Seorang warga Kepanjen yang hadir di acara itu mengaku merasa lebih damai.

“Biasanya tahun baru ramai dan bising, sekarang tenang dan penuh makna,” ujarnya.

Netizen menilai konsep ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain. Mereka melihat acara doa bersama sebagai bentuk solidaritas dan refleksi yang mempererat kebersamaan.

Kesimpulan

Keputusan Pemkab Malang untuk mengganti pesta tahun baru dengan doa bersama mendapat sambutan luas. Acara sederhana di Masjid Kanjuruhan menjadi topik hangat dan mendapat banyak pujian di dunia maya.

Tahun baru kali ini membuktikan bahwa Malang tidak perlu gemerlap lampu untuk bersinar. Doa dan rasa syukur sudah cukup membuat malam pergantian tahun menjadi berkesan.

“Tahun baru ini, Malang tidak menyala karena kembang api, tetapi karena hati yang saling mendoakan,” tulis salah satu warganet.

BACA JUGA: Bagaimana BMKG Melakukan Modifikasi Cuaca? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *