SURABAYA — Kontingen Kabupaten Malang menorehkan capaian positif pada Kejuaraan Paralimpik Provinsi (Kejurprov) Jawa Timur 2025 cabang olahraga para-atletik. Berdasarkan rekapitulasi resmi hasil perlombaan, Kabupaten Malang berhasil mengoleksi enam medali, terdiri dari empat perak dan dua perunggu.
Kejuaraan tersebut berlangsung pada 4–7 Desember 2025 di Surabaya, dengan salah satu venue utama di Lapangan Atletik Oentoeng Poedjadi FIKK Unesa, serta diikuti puluhan kontingen kabupaten/kota se-Jawa Timur.
Ketua National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Malang, Agung, berharap capaian ini mampu menjadi pemantik semangat bagi para atlet disabilitas untuk terus meningkatkan prestasi.
“Kami berharap melalui pencapaian ini para atlet semakin termotivasi untuk meraih prestasi yang lebih tinggi, khususnya atlet-atlet disabilitas di Kabupaten Malang,” ujar Agung.
Menurut Agung, Kejurprov Paralimpik Jatim 2025 bukan semata ajang perburuan medali, melainkan juga bagian dari proses pembinaan olahraga prestasi disabilitas di daerah.
“Ini menjadi bagian dari proses agar olahraga prestasi disabilitas di Kabupaten Malang semakin tumbuh dan berkembang,” katanya.
Dalam klasemen akhir rekap medali, Kabupaten Malang berada di peringkat ke-19 dari total 42 kontingen yang ambil bagian. Meski belum berhasil menyumbangkan medali emas, hasil tersebut dinilai menjadi modal penting untuk evaluasi dan peningkatan prestasi pada kejuaraan selanjutnya, baik di tingkat provinsi maupun nasional.
