Inovasi Energy Balls:Sinergi Pembelajaran, Kreativitas, dan Pola Makan Sehat

Perkembangan gaya hidup remaja di era sekarang tidak hanya dipengaruhi teknologi dan budaya populer, tetapi juga pola konsumsi makanan sehari-hari. Salah satu tren edukatif yang mulai diperkenalkan di kalangan pelajar adalah konsep Smart Snack—camilan yang tidak hanya enak dan praktis, tetapi juga memperhatikan nilai gizi, keamanan pangan, serta mendukung fungsi belajar dan kesehatan otak.

Namun muncul pertanyaan penting: Sejauh mana siswa memahami konsep Smart Snack? Apakah mereka benar-benar paham manfaat, kriteria, dan dampaknya terhadap kesehatan serta prestasi belajar, atau hanya sekadar mengenal istilahnya saja?

Tantangan Kebiasaan Jajan Siswa

Lingkungan sekolah, khususnya kantin dan jajanan sekitar, memiliki pengaruh besar terhadap pola konsumsi pelajar. Di SMA Muhammadiyah 1 Kepanjen, meskipun kantin sudah berusaha menyediakan pilihan yang lebih sehat, masih banyak siswa lebih memilih makanan cepat saji, minuman manis kemasan, atau jajanan tinggi pewarna dan pengawet. Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan tentang makanan sehat belum sepenuhnya berubah menjadi kebiasaan.

Untuk menjembatani kesenjangan antara “tahu” dan “terbiasa”, tim penulis melaksanakan Project Green Citizenship dengan pendekatan pembelajaran yang melibatkan pengalaman langsung.

Implementasi Smart Snack Melalui Project Green Citizenship

Program ini dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa semester 1 ITKM Widya Cipta Husada, didukung pendanaan oleh Ditjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Kegiatan dimulai dengan sosialisasi mengenai makanan sehat, kemudian dilanjutkan praktik membuat Smart Snack sederhana. Produk yang dibuat terinspirasi dari Fitbar—camilan oat rendah gula dengan rasa buah. Versi yang dikembangkan tim menggunakan bahan:

pisang yang dihaluskan (sumber karbohidrat),

madu alami (pemanis sehat),

oat (protein nabati dan serat larut).


Bahan-bahan tersebut dibentuk menjadi bola-bola camilan yang sehat, mengenyangkan, dan dapat menjadi alternatif jajanan tinggi gula, garam, dan minyak.

Siswa terlibat langsung dalam proses pembuatan sehingga tidak hanya menerima teori, tetapi juga merasakan pengalaman membuat makanan sehat yang tetap lezat. Setelah pencicipan, sebagian besar siswa menilai rasanya enak dan mengenyangkan, meskipun ada beberapa yang merasa pisangnya terlalu kuat atau teksturnya lembek. Umpan balik ini menunjukkan bahwa cita rasa masih menjadi faktor penting bagi remaja.

Menariknya, setelah kegiatan berlangsung, beberapa siswa mulai membawa bekal sendiri maupun mencoba membuat Smart Snack versi mereka di rumah.

Berdasarkan hasil pretest dan posttest, terjadi peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa mengenai pentingnya memilih camilan sehat. Artinya, pendekatan edukasi berbasis praktik terbukti efektif.

Kesimpulan

Dari pengamatan dan wawancara selama program, dapat disimpulkan bahwa pemahaman siswa tentang Smart Snack berada pada tahap “tahu tetapi belum terbiasa”. Mereka memahami makanan sehat itu penting, namun pilihan sehari-hari masih banyak dipengaruhi rasa, harga, tren teman sebaya, dan kenyamanan.

Smart Snack bukan sekadar camilan, melainkan bagian dari gaya hidup sehat yang perlu dibangun secara bertahap melalui:

pengetahuan,

lingkungan pendukung,

contoh nyata,

dan kebiasaan yang dilakukan secara konsisten.


Project Green Citizenship menjadi contoh pembelajaran kontekstual yang efektif untuk menumbuhkan budaya hidup sehat di sekolah. Siswa tidak hanya belajar, tetapi juga berlatih, merasakan, dan memahami bahwa makanan sehat dapat dibuat dengan bahan sederhana namun tetap lezat.

Ucapan Terima Kasih

Penulis menyampaikan terima kasih kepada:

Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi atas dukungan pendanaan dan fasilitasi program.

Institut Teknologi Kesehatan Malang Widya Cipta Husada atas bimbingan dan fasilitas selama kegiatan.

SMA Muhammadiyah 1 Kepanjen atas kerja sama dan partisipasi aktif seluruh pihak sekolah.


Kontribusi semua pihak sangat berarti dalam menumbuhkan kesadaran hidup sehat, berkelanjutan, dan peduli lingkungan di kalangan siswa.

Oleh :  Choirun Nissa1, M. Salas Muharromin Asyur,  Davina Yulia Putri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *