Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025 dirayakan meriah di Pendopo Agung Kabupaten Malang, tepat 9 Desember kemarin. Bupati Malang ngegas keras, ingatkan Inspektorat buat awasi ketat semua lini pemerintahan supaya nggak ada yang main curang. “Kita siap melangkah bersama lawan korupsi,” tegasnya, sambil tekankan komitmen Pemkab bikin kas daerah aman dari tangan jail
Intrik Pajak 93% vs Belanja Ambruk 71%
Bayangin, pajak daerah Kabupaten Malang udah ngebut 93% realisasi awal Desember dari target tahunan, berkat BMW (Bapenda Menyapa Warga) yang ngejar warga di desa-desa. Tapi belanja daerah? Cuma 71,82% dari APBD Rp5,13 triliun per Desember, dominan buat gaji pegawai doang. Gosipnya, ini yang bikin bupati gercep: takut ada yang “hilang” di dinas-dinas, apalagi rencana pangkas dana operasional 59,6% buat 2026 udah di depan mata. DPRD juga ikut soroti, desak transparansi pokir anggota dewan biar nggak berantakan kayak kasus KPK di Batu.
Respons Bupati: Awasi atau Mundur!
Di acara Hakordia, bupati nggak main-main. Inspektorat diminta intensif cek proyek-proyek gede seperti tol Malang-Kepanjen, plus efisiensi anggaran yang lagi hot. “Transparansi kunci, jangan sampe capaian pajak bagus dirusak korupsi kecil-kecilan,” katanya, sambil janji bonus buat yang bersih. Warga Malang Raya heboh di medsos, banyak yang bilang ini sinyal bupati siap bersih-bersih jelang pilkada nanti.
Dampak ke Warga Malang Raya
Isu ini berdentum ke Kota Malang juga, di mana PAD target 2026 naik jadi Rp1,62 triliun. Wali Kota malah baru pulang bawa Halal Award, tapi kritik banjir drainase 4 Desember nyenggol Pemkot lambat gerak. Buat SekilasMalang.com, ini peluang emas: pajak overshoot, belanja ngadat, korupsi diintai – resep sensasional buat klik!
