Malang – Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) Cabang Kabupaten Malang kembali mengukuhkan H Sibaweh Ghozali sebagai ketua dalam Musyawarah Cabang (Muscab) ke-2 yang digelar pada Sabtu (29/11/2025) di SMK Ar-Roudloh, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang.
Muscab yang dihadiri puluhan anggota ABPEDNAS dari berbagai kecamatan tersebut berlangsung dinamis. Proses pemilihan berjalan musyawarah mufakat, yang akhirnya menetapkan H Sibaweh Ghozali untuk kembali memimpin organisasi periode berikutnya.

Usai ditetapkan sebagai ketua, H Sibaweh Ghozali menyampaikan bahwa ABPEDNAS Kabupaten Malang siap memperkuat kolaborasi dengan pemerintah desa demi mendorong tata kelola desa yang lebih transparan dan partisipatif.
“Dengan ini, kami sampaikan bahwa ABPEDNAS siap berkolaborasi dengan pemerintah desa. Organisasi ini adalah ruang bagi anggota BPD untuk berkumpul, berdiskusi, dan menyusun gagasan demi kemajuan desa,” terangnya.
Pria yang akrab disapa Abah Baweh itu juga menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya. Ia menegaskan bahwa amanah tersebut bukan sekadar jabatan, namun tanggung jawab untuk memperjuangkan peran strategis BPD di tingkat desa.
“Kepercayaan ini tentu menjadi motivasi bagi kami untuk bekerja lebih baik, khususnya dalam memperkuat fungsi pengawasan dan penyaluran aspirasi masyarakat desa,” imbuhnya.
Muscab tahun ini juga membahas sejumlah agenda organisasi, termasuk peningkatan kapasitas anggota BPD melalui pendidikan dan pelatihan, penguatan regulasi desa, hingga upaya mendorong sinergi antara lembaga desa dan pemerintah daerah.
Terakhir, dengan terselenggaranya Muscab ke-2 ini, Abah Baweh berharap ABPEDNAS Kabupaten Malang mampu terus memperkuat peran BPD sebagai pilar demokrasi desa dan pengawal pembangunan yang berpihak kepada masyarakat.
Tampak hadir dalam pembukaan acara, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang, Sudarman, Perwakilan DPD Kabupaten Malang, Perwakilan DPD ABPEDNAS Jawa Timur, Jajaran Muspika Kecamatan Gedangan, Kepala Desa Sidodadi, Soelan, serta puluhan anggota ABPEDNAS Kabupaten Malang (fry)
