Festival Keramik Dinoyo 2025 Hidupkan Kembali Ikon Kreatif Kota Malang

KOTA MALANG — Festival Keramik Dinoyo 2025 resmi digelar pada Kamis (11/12/2025) di Gedung Ex UPT Pabrik Keramik Jawa Timur, Kampung Wisata Keramik Dinoyo. Acara yang berlangsung pukul 08.00–16.00 WIB ini menjadi upaya revitalisasi sentra kerajinan legendaris Dinoyo melalui kolaborasi antara Sentra Industri Keramik Dinoyo dan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang.

Festival menghadirkan pameran keramik, workshop produksi, dan kelas edukasi tentang proses kreatif pembuatan kerajinan berbahan tanah liat. Kegiatan ini menyasar pelajar, mahasiswa, pegiat seni, hingga masyarakat umum yang ingin mengenal lebih dekat keramik sebagai bagian dari identitas budaya Malang.

Lomba Mewarna dan Pelayanan Publik Lengkapi Festival

Tahun ini, panitia membuka dua kompetisi yaitu Lomba Mewarna Media Keramik dan Lomba Mewarna Bertema Keramik dengan kuota 100 peserta melalui pendaftaran daring.

Selain itu, festival turut diramaikan dengan sarasehan pelaku industri kreatif, stan UMKM, bazar, serta layanan publik terpadu dari Diskopindag, Dispendukcapil (adminduk), Dispenda (PBB), dan pemeriksaan kesehatan gratis. Di panggung utama, pengunjung disuguhkan pertunjukan tari dan budaya, seperti Tari Topeng Malang, Pencak Silat, dan Bantengan.

Acara dibuka oleh Kepala Diskopindag Kota Malang, Dr. Eko Sri Yuliadi, S.Sos., M.M., dan dihadiri perwakilan berbagai OPD. Mereka sekaligus meninjau pameran keramik yang dahulu—sekitar tiga dekade lalu—pernah menjadi ikon unggulan Kota Malang.

Penguatan Identitas Kota Kreatif

Masuknya Kota Malang dalam jejaring UNESCO Creative Cities Network (UCCN) kategori Media Arts ikut memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam mengembangkan industri kreatif. Hal ini tercermin dari peran aktif Dian Likos Amelia, S.AB., M.AB., Kabid Perindustrian Diskopindag, yang memfasilitasi penyelenggaraan festival sebagai langkah strategis membangkitkan kembali kejayaan Keramik Dinoyo.

Dalam sesi sarasehan, hadir sejumlah tokoh penting seperti Syamsul Arifin, panitia festival dan perajin sekaligus Ketua Pokdarwis Kampung Keramik Dinoyo, serta Ki Demang, Ketua Pokdarwis Kota Malang. Diskusi menyoroti strategi pengembangan sentra industri agar menjadi destinasi wisata kreatif yang berkelanjutan.

Gagasan N-Blok dan Revitalisasi Eks Pabrik Keramik

Dosen Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Malang, Dr. Agus Sunandar, S.Pd., M.Sn. atau Sam Sugar, menekankan pentingnya event dan festival sebagai motor kebangkitan Dinoyo.

Ia mengusulkan pemanfaatan eks pabrik keramik sebagai ruang kreatif baru dengan konsep “N-Blok” yang mengacu pada pengembangan kawasan budaya seperti Colomadu Solo, M-Bloc Jakarta, dan S-Bloc Surabaya. Konsep ini dinilai berpotensi memperluas ruang kolaborasi bagi komunitas kreatif sekaligus memperkuat citra Dinoyo sebagai pusat ekonomi kreatif.

“Penguatan kluster perajin dan integrasi promosi dengan kampung tematik lain akan mempercepat kebangkitan Dinoyo sebagai pusat ekonomi kreatif. Keramik Dinoyo punya potensi besar menjadi ikon kota,” ujar Dr. Agus.

Sementara itu, Ki Demang menambahkan bahwa revitalisasi kerajinan Dinoyo tidak hanya soal peningkatan kualitas produk, tetapi juga hidupnya kembali ekonomi kreatif masyarakat. “Pelatihan, inovasi desain, digitalisasi, dan penguatan wisata edukasi menjadi kunci agar kampung kerajinan terus tumbuh dan berkelanjutan,” tuturnya.

Dinoyo Siap Bangkit sebagai Ikon Kerajinan Kota Malang

Perkembangan Sentra Keramik Dinoyo terus diarahkan pada penguatan sumber daya manusia, inovasi desain, dan pemanfaatan teknologi tanpa menghilangkan ciri khas lokal. Revitalisasi galeri, workshop, dan fasilitas wisata juga dilakukan untuk menarik lebih banyak pengunjung sekaligus memperluas jaringan pemasaran melalui toko oleh-oleh, marketplace, hingga berbagai pameran produk.

Festival Keramik Dinoyo 2025 diharapkan menjadi momentum kebangkitan ikon kerajinan Kota Malang sekaligus ruang kolaborasi bagi perajin, pemerintah, komunitas kreatif, UMKM, dan masyarakat luas. (alan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *