Malang – Universitas Islam Raden Rahmat (Unira) Malang terus memperkuat budaya literasi akademik melalui Program Hibah Internal Penulisan Buku Ajar (HIPEBA) Tahun 2025. Program ini kini memasuki tahap krusial berupa bimbingan teknis (Bimtek) penulisan dan penerbitan buku ajar yang melibatkan penerbit nasional.
Bimtek yang diselenggarakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unira Malang tersebut berlangsung pada Selasa (20/01/2026) di Ruang Galeri Investasi Syariah Unira Malang. Kegiatan ini menjadi ruang temu antara dosen penerima hibah, reviewer, serta pihak penerbit untuk memastikan kualitas naskah siap terbit.
Berdasarkan Surat Keputusan Rektor Unira Malang Nomor: 03/SK/RRR/I/2026, sebanyak 16 dosen terpilih sebagai penerima hibah HIPEBA. Para dosen tersebut diwajibkan menuntaskan manuskrip buku ajar yang telah lolos seleksi internal untuk diterbitkan dan diluncurkan secara resmi pada Pekan Riset Unira Malang, Juni 2026 mendatang.
Ketua LPPM Unira Malang, Abdillah, menegaskan bahwa program hibah ini merupakan bagian dari implementasi konsep kampus berdampak. Ia berharap karya ilmiah dosen tidak berhenti sebagai dokumen akademik internal, tetapi hadir dalam bentuk buku yang dapat diakses lebih luas.
“Manuskrip yang ditulis dosen harus memiliki daya jangkau publik. Buku ajar adalah medium penting untuk memperluas keterbacaan, membangun reputasi akademik dosen, sekaligus menguatkan citra institusi,” ujarnya.
Dari sisi pimpinan universitas, Wakil Rektor IV Unira Malang, Dr. A. Rafik Maulana, MPd., menyampaikan bahwa program HIPEBA menjadi perhatian serius rektorat.
Menurutnya, produktivitas menulis merupakan indikator penting untuk mendorong Unira Malang naik kelas sebagai perguruan tinggi berbasis riset.
“Pesan pimpinan jelas, kita harus membangun ekosistem riset dan literasi akademik yang berkelanjutan. Menulis bukan sekadar kewajiban, tetapi kebutuhan strategis kampus,” tegasnya.
Sementara itu, dari perspektif penerbit, Narasumber Bimtek dari Penerbit Rajagrafindo Persada, Umam Yahya, menilai bahwa naskah yang dipresentasikan para dosen Unira Malang menunjukkan kualitas yang kompetitif dan relevan secara akademik.
“Diskusi yang berkembang menunjukkan banyak naskah yang strategis dan layak terbit. Ini menandakan kesadaran akademik dosen semakin meningkat. Atmosfer literasi seperti ini adalah modal besar bagi perguruan tinggi,” kata Umam.
Ia juga menambahkan bahwa penerbitan buku ajar bukan hanya meningkatkan kepercayaan diri dosen, tetapi berdampak langsung pada kualitas pembelajaran mahasiswa. Buku ajar yang sistematis akan memperkuat academic trust dan memperbaiki struktur perkuliahan.
“Dukungan pimpinan Unira terlihat nyata. Potensi akademik dosen tidak hanya diakui, tetapi benar-benar didorong untuk tumbuh,” pungkasnya.
Selain dosen penerima hibah, Bimtek HIPEBA ini juga dihadiri para reviewer internal yang ditetapkan melalui SK Rektor Nomor: 72/SK/RRR/XII/2025, yakni Dr. Sutomo, MPd., Dr. Zainal Abidin, MSi., Dr. Hamidi Rasyid, MPd., dan Dr. AU. Djawahir, yang berperan memastikan mutu akademik naskah buku ajar sebelum diterbitkan. (“)
