Suasana Haru Selimuti Korban Gempa saat Sahur Bareng Hasanuddin Wahid

Sosial – Suasana Haru Selimuti Korban Gempa saat Sahur Bareng Hasanuddin Wahid.

Anggota DPR RI Fraksi PKB Daerah Pemilihan Malang Raya Hasanuddin Wahid atau Cak Udin mendatangi lokasi terdampak gempa di Malang, Jawa Timur. Sejak Senin (12/4/2021) malam, ia datang menyapa warga korban bencana sekaligus membawa bantuan sosial kepada mereka.

“Di tengah malam ini kami ke sini dalam rangka untuk menyampaikan amanah dari Ketum PKB untuk segera membantu masyarakat yang tertimpa bencana dan melakukan rehabilitasi dengan cepat agar warga segera pulih kembali,” ujar Sekretaris Jenderal DPP PKB itu.

Sebagai insan yang tidak bisa dilepas dari Bumi Arema, Cak Udin mengungkapkan prihatin dan bela sungkawa kepada keluarga korban bencana gempa bumi yang menimpa tanah kelahirannya.

“Gempa ini memang tidak disangka sangka. Makanya kami harus bergerak cepat untuk membantu warga terdampak,” tuturnya.

Kata dia, bencana alam yang terjadi saat ini berbarengan dengan bencana non alam yakni pandemi Covid-19. Ia juga meminta pemerintah pusat, provinsi dan daerah mengatasi masalah ini dengan cepat.

“Terutama melakukan renovasi lembaga pendidikan dan tempat ibadah. Warga butuh uluran tangan kita semua. Semoga kedatangan kami membantu kebutuhan mereka,” jelasnya.

Melalui Gerakan Cak Udin Peduli Korban Gempa, para relawan internal sejak awal melakukan pendataan warga terdampak. Relawan Cak Udin langsung membangun dapur umum dan posko darurat bencana untuk membantu para korban yang membutuhkan tempat tinggal dan kebutuhan pangan.

Sepanjang Senin (12/4/2021) malam, hingga Selasa dini hari keesokan harinya, Cak Udin melakukan safari ke sejumlah warga yang terdampak gempa, sekaligus sahur bersama. Warga terharu, bahkan tak sedikit di antara mereka yang tumpah air matanya karena senang dapat bantuan.

“Sangat berterimakasih ya karena sudah diperhatikan. Bantuan ini sangat bermanfaat akan kami gunakan untuk kebutuhan keluarga,” kata Siswanto, warga RT 07 RW 02 Kecamatan Sumber Manjing Wetan, Kabupaten Malang.

Hal senada juga diungkapkan Kholili Mustofa. Ia tidak banyak berkata. Ungkapan terimakasih dan doa baik untuk semuanya, adalah dua hal yang ia lakukan usai menerima bantuan.

Pria yang biasa disapa Pak Mimin itu bercerita kepada Cak Udin. Saat kejadian itu yakni Sabtu (10/4/2021) sekitar pukul 14.00 WIB, Pak Mimin sedang melaksanakan kerja bakti membangun jembatan di desanya..

“Setelah ada gempa, enggak tahunya rumah saya sudah hancur semua kena gempa Pak. Seketika itu saya down karena tidak punya tempat tinggal,” akunya.

Ngatmina, warga RT 07 RW 02 Dusun Krajan, Desa Druju tak tahan membendung tumpahan air mata di pipinya. Dengan isak tangis yang pecah, ia berterimakasih atas bantuan yang diberikan Cak Udin bersmaa dengan pengurus DPC PKB Kabupaten Malang.

Foto : Warga bahagi, kedatangan Hasanuddin Wahid disambut isak tangis warga korban Gempa , Sekilas Malang.

Dalam pengakuannya, hingga Cak Udin datang, belum ada bantuan dari pihak manapun baik dari pemerintah pusat hingga daerah. Dirinya mengucapkan terimakasih tak terhingga atas kepedulian Cak Udin dan DPC PKB Kabupaten Malang.

Untuk diketahui, Cak Udin bersama Relawan membagikan bantuan sosial kepada warga terdampak gempa. Tercatat ada sebanyak 25 KK di Dusun Krajan, dan 10 KK di dusun Wonorejo, desa setempat.

Bantuan juga didistribusikan kepada 60 KK (17 rumah alami kerusakan paling parah) di Argo Tirto, 20 KK Sekar Banyu, dan 30 KK di Klepu.

Sementara itu, Ketua RT 08 RW 02 Desa Druju Aziz Firmanu menyampaikan bahwa pihaknya menunggu bantuan dari siapa pun. Ia bersyukur ada wakil rakyat yang turun langsung membawa bantuan kepada warganya.

Menurutnya, bantuan sosial ini yang ditunggu-tunggu. Selain bantuan, ia juga menyampaikan korban gempa membutuhkan tenaga yang ahli di bidang self healing untuk memberi terapi psikologis karena sejumlah warga mengalami trauma.

“Saya mewakili warga berterimakasih dan sangat senang dengan kehadiran dan kepedulian Cak Udin datang langsung ke lokasi terdampak serta membantu para korban,” ungkapnya.

Data yang dihimpun TIMES Indonesia melalui BPBD Kabupaten Malang, disebutkan bahwa ada 3 orang meninggal dunia, 54 orang mengalami luka-luka, 2.364 rumah rusak, 167 unit sekolah rusak, 45 tempat ibadah rusak, 9 unit faskes rusak, dan 13 unit fasilitas umum lainnya yang mengalami kerusakan, baik ringan, sedang dan berat.

Terakhir, Cak Udin mengaku dalam program bantuan sosial ini dilakukan setiap hari oleh para relawan setempat hingga warga terdampak tertangani. Ia berharap semua pihak peduli dan memberikan support moral dan materi bagi korban. (*)

Exit mobile version