Suara Sumbang Warga Keluhkan Kerusakan Jalan

Malang Pojok – Suara Sumbang Warga Keluhkan Kerusakan Jalan.

Jumat (2/4/2021) kemarin, Bupati Malang HM Sanusi datang ke Desa Sukodono Kecamatan Dampit Kabupaten Malang. Kehadiran orang nomor satu di Malang ini untuk melihat langsung pembangunan kandang ternak di Desa Sukodono.

Kehadiran Bupati Malang HM Sanusi disambut antusias oleh sebagian besar warga Desa Sukodono. Namun, warga berharap kehadiran Bupati Malang tersebut berdampak pada segera dilakukannya perbaikan fasilitas jalan Desa Sukodono yang mengalami kerusakan cukup parah.

“Warga berharap saat bupati datang, beliau tahu dan ikut merasakan jalan sulit sepanjang Dampit selatan dan segera melakukan langkah-langkah untuk pembangunannya,” kata Ketua BPD Sukodono, Hj.Nursasi.

Dijelaskan Nursasi, potensi ekonomi Desa Sukodono yang besar mestinya ditunjang dengan kondisi jalan yang memadai. Menurutnya, kerusakan jalan di wilayah Desa Sukodono belum mengalami perbaikan selama 1 tahun lebih. Bahkan, kondisi jalan tersebut semakin memburuk akibat curah hujan berlebih selama 6 bulan terakhir.

“Ekonomi wilayah ini potensial, tapi jalan yang parah justru kurang mendukung terhadap berbagai potensi itu. Jalan mengalami kerusakan  sekitar 1 tahun lebih. Semakin parah sejak cuaca sering hujan selama 6 bulan,” terangnya.

Lebih lanjut, Nursasi mencatat, setidaknya ada 5 sampai 6 kilometer jalan di Desa Sukodono yang mengalami kerusakan. Dari jalan rusak berlubang sepanjang Dampit sampai ke Desa Sukodono hingga paling parah di Desa Srimulyo Dusun Gledakan.

“Sekitar 350 – 400 meter, ini yang sangat beresiko sekali bagi kendaraan yang bermuatan berat,” terang Nursasi memperkirakan panjang jalanan yang rusak.

Ironisnya, Nursasi mengaku sudah sering menyampaikan keluhan terkait jalanan rusak ini. Bahkan, usulan perbaikan itu langsung ia sampaikan ke pihak Desa terkait yakni Desa Srimulyo dan Sukodono.

Diakui Nursasi, upaya perbaikan jalan dari pemerintah telah dilakukan dalam bentuk penambalan aspal. Namun, pihak nya masih banyak menemui jalan rusak yang belum dilakukan perbaikan.

“Ada tindakan dari Pemkab Malang seperti perawatan dengan ditembel atau disemir tapi masih ada banyak yang belum kesemir ditembel. Mungkin faktor dana kurang,” terangnya.

Upaya Alternatif Warga dengan Perbaikan Swadaya

Lebih dalam, Nursasi menyampaikan bahwa ia dan warga telah melakukan upaya perbaikan. Hal itu dilakukan bersama warga setempat dengan pendanaan swadaya sumbangan seikhlasnya.

“Untuk perbaikan  dari swadaya masyarakat sudah berkali-kali dengan urunan terutama bagi yang punya mobil angkutan umum dan pribadi untuk perbaikan jalan. Ya karena bodi jalannya yang tidak bersahabat setelah diperbaiki masih rusak lagi,” tutupnya.

Sebelumnya, serial keluhan warga Kabupaten Malang terkait fasilitas jalan yang rusak juga telah banyak muncul di banyak tempat. Masih hangat, ruas jalan raya yang menghubungkan antar kecamatan di Dusun Buwek, Desa Sitirejo Wagir, dikeluhkan warga karena mengalami kerusakan parah.

Berdasarkan pengamatan, jalan yang rusak di Dusun Buwek, Desa Sitirejo, Wagir, sepanjang 270 meter, dengan lebar badan jalan kurang lebih mencapai enam meter. Hal ini diperparah dengan kondisi saluran air, yang sudah tidak mampu menampung air di musim hujan, yang mengakibatkan jalanan kerap tergenang air.

Bahkan, Menurut warga Buwek Sitirejo Supriyadi, jalan di desanya rusak parah dan tidak tersentuh pembangunan sejak 3 tahun yang lalu.

“Sudah tiga tahun mas jalan di dusun Buwek rusak parah serta belum pernah tersentuh pembangunan dari Pemkab Malang,” kata Supriyadi warga Dusun Buwek, Sitirejo, Rabu (17/3/2021) dilansir Suara Jatim Post.

Tercatat, sebelumnya, warga juga mengeluhkan kerusakan jalan raya kecamatan yang menghubungkan Turen dan Wajak. Adalagi, kerusakan jalan penghubung Desa Gedangan Kecamatan Gedangan yang yang mengalami amblas hingga menggerus badan jalan.(had)

Exit mobile version