Sosial

Supit Urang Makmur, Kelompok Pengolahan Makanan Binaan Mahasiswa UNIRA

Sekilasmalang.com, Kabupaten Malang – Supit Urang Makmur, Kelompok Pengolahan Makanan Binaan Mahasiswa UNIRA

Status Mahasiswa tak menghalangi Mohammad Syukron untuk mengabdikan dirinya kepada masyarakat di sekitarnya. Mahasiswa semester 8 di Universitas Islam Raden Rahmat Kepanjen ini, mempunyai kelompok binaan yang bergerak di bidang pengolahan dan pemasaran bernama Supit Urang Makmur.

Kelompok Supit Urang Makmur ini fokus kepada pengolahan makanan berbahan dasar ikan lele. Dari ikan lele tersebut berhasil tercipta beraneka ragam olahan. Seperti: Kerupuk lele, Sumpia, Abon, Stik lele, Bakso lele, Lele asap dan masih banyak yang lain.

“Awalnya saya mendirikan kelompok ini karena disambati oleh beberapa orang tua untuk mencarikan pekerjaan bagi anak-anaknya, sempat bingung, karena pekerjaan saya juga Cuma usaha warung kopi kecil-kecilan yang tidak mungkin menyerap banyak tenaga kerja. Akhirnya saya coba hubungi teman yang jadi pemdamping di BAPPEDA, saya bilang ada semacam pelatihan atau apa saja yang bisa dibawa ke Desa ini, Alhamdulillah kok responnya bagus, dari situ lah muncul kelompok ini,” kata M. Syukron menceritakan awal berdirinya kelompok Supit Urang Makmur.

Kelompok Supit Urang Makmur ini berada di bawah arahan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Jawa Timur. Yang tercover dalam Anti Proverti Program, atau program anti kemiskinan Provinsi Jawa Timur.

“Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah memperhatikan kelompok kami. Mulai dari Pemerintah Desa, Disperindag Kabupaten Malang, BAPPEDA Kabupaten Malang, maupun Disperindag Provinsi Jawa Timur,” Sambung Syukron.

Berbagai macam dinamika telah dilalui oleh kelompok Supit Urang Makmur. Pasang surut jumlah anggota maupun produksi pernah dialami. Dan sekarang dengan usia kelompok yang menginjak 1 tahun, kelompok Supit Urang Makmur mulai merasakan buah dari perjuangan mereka. Terlebih sekarang kelompok ini juga didampingi oleh Dinas Perikanan Kabupaten Malang. Karena di Desa Pagedangan terdapat pula kelompok budidaya ikan lele. Artinya terdapat sinergi yang bagus antara kelompok budidaya dan kelompok pengolahan.

Kelompok Supit Urang Makmur mulai menjadi jujugan kelompok-kelompok lain untuk study banding.

“Pertengahan Oktober kemarin kami menerima kunjungan dari Banyuwangi. Awal November ini ada dari kabupaten Tulungagung yang mau kesini. Ya Alhamdulillah saja, mas”, terang Syukron lagi.

Tak ada sesuatu yang selalu mudah. Itu pun yang dirasakan Syukron dan kelompok binaannya, Supit Urang Makmur. Yang terberat Syukron rasakan adalah saat ia harus menyelesaikan skripsi. Kelompok sempat tak terurus dan mati suri. Tetapi seiring selesainya pengerjaan skripsi plus sidang skripsinya, Syukron bisa kembali fokus mengelola kelompok.

“Ya mungkin ini jalan saya untuk bisa mengabdi ke masyarakat, mas, dan di kelompok ini saya Cuma mendampingi anggota untuk terus berkembang, untuk terus maju demi kesejahteraan mereka. Saya tidak ada artinya jika para anggota ini tak mau terus berkarya dan berhenti berusaha,” tutup Mahasiswa UNIRA Malang yang tengah menunggu wisuda ini. (red)

Comment here