Sosial

Hari Sumpah Pemuda, Begini Pesan Rektor Unira Buat Calon Penerus Bangsa

Sekilasmalang.com, Kabupaten Malang – Hari Sumpah Pemuda, Begini Pesan Rektor Unira Buat Calon Penerus Bangsa

Peringatan Hari Sumpah Pemuda merupakan tonggak kesadaran untuk bersatu dalam Tanah Air, Bangsa dan Bahasa. Bukan hanya itu, Hari Sumpah Pemuda juga menjadi awal perjuangan untuk meraih kemerdekaan Indonesia.

Rektor Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang, Hasan Abadi menyebut pemuda di era saat ini punya peran penting untuk merawat keberagaman

Menurut Ketua LP Ma’arif Kabupaten Malang ini para pemuda di era milenial saat sekarang harus tetap mampu menghapuskan batas-batas kedaerahan, etnis, agama maupun partai politik untuk memajukan negara ini sesuai cita-cita Para Bapak Bangsa.

Lanjutnya, zaman dahulu pemuda Indonesia sebenarnya sudah pluralis, sumpah pemuda tahun 1928 dilakukan di rumah pemuda tionghoa yg bernama Sie Kong Liong

“Itu artinya sejak awal para pemuda itu, tidak berfikir sektarian, tidak berfikir suku, bangsa, agama, ras maupun golongan menjadi suatu hal yang diperdebatkan, tapi mereka berfikir bagaimana supaya pemuda pemuda indonesia itu bisa bersatu dan kemudian bersama-sama bisa memerdekakan indonesia,”. tandasnya

“Dan itu sebenarnya semangat satu dari sumpah pemuda itu bahwa keinginan untuk merdeka itu yang, di dahulu kan tidak ada sekat-sekat yg berkaitan dengan suku, ras, agama, golongan dan sebagainya,” imbuh Hasan.

Karena itu kata Hasan, di momentum Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 91 tahun ini, sudah tidak boleh lagi ada isu isu tentang suku, ras, agama, golongan karena kita sama sama orang indonesia dan sama-sama pemuda indonesia.

Alumnus Universitas Brawijaya itu menambahkan bahwa kita semua harus menghindari gesekan serta harus mampu keluar dari jebakan primordialisme dan mampu bangkit maupun mempelopori berbagai upaya yang kreatif dan positif untuk mengatasi permasalahan bangsa Indonesia.

“Lebih baik, generasi muda saat ini banyak menyibukkan diri dengan melakukan kegiatan yang positif, seperti misalnya mengembangkan keahliaan baik softskill maupun hardskill untuk mempersiapkan diri menghadapi revolusi industri 4.0,” himbau mantan pengurus KNPI Kabupaten Malang itu. (kaf/sbl)

Comment here