Sosial

Catat! Hasil Audiensi “Amati” Soal Kemelut Pembangunan Malang Creative Center

Sekilasmalang.com, Kota Malang – Catat! Hasil Audiensi “Amati” Soal Kemelut Pembangunan Malang Creative Center

Pembangunan Malang Creative Center (MCC) menuai banyak protes dari publik Malang raya. Publik menilai, masih ada banyak hal yang perlu menjadi prioritas pembangunan.

Berbagai aksi yang digelar selama beberapa hari sebagai bentuk penolakan.


Puncaknya, agenda audiensi oleh masyarakat yang tergabung dalam AMATI (Aliansi Masyarakat Anti Korupsi) dengan komisi B DPRD digelar diruang rapat internal gedung DPRD kota Malang, Rabu (11/12), pukul 10.00 WIB pagi.

Anggota Komisi B DPRD Kota Malang Arif Wahyudi, usai acara menyatakan keberpihakannya pada penolakan masyarakat. Menurut Arif, proyek MCC tersebut masih belum semestinya dilaksanakan.

“Pada dasarnya pikiran masyarakat dan dewan Kota Malang itu sejalan, kita sama-sama berfikir bahwa MCC ini proyek adalah sesuatu yang masih belum saatnya dilakukan.”

Arif yang berasal dari fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menambahkan bahwa sampai hari ini uji Amdal lalin juga belum ada.


Lebih lanjut, dia menyebut syarat-syarat lain untuk pembangunan proyek tersebut juga sama sekali belum dipenuhi oleh pihak eksekutif. Seperti komunitas yang kemarin juga akan di rencanakan menjadi pihak yang berada di MCC,setelah kami cek link juga ngak jelas isinya bukan nama-nama komunitas namun malah nama perseorangan yang mereka melakukan kegiatan kreatif sendiri-sendiri di wilayahnya.

Masih kata Arif, hari Senin (16/12/2019) pihaknya akan memanggil kembali Pemkot terkait masalah MCC. Pemanggilan tersebut, akan disampaikan pendapat masyarakat dari hasil hearing pada saat ini kepada Pemkot.

“Dari pihak DPRD pada dasarnya tidak ingin ini dilakukan buru-buru walaupun sudah masuk di APBD tidak masalah anggaran tetap ada di kas negara sebelum semua clear duduk persoalannya,karena anggaran proyek Islamic Center pun juga masih ada di kas negara walaupun sudah digedok, kami dewan bersama masyarakat akan terus menjaga dan bersinergi agar setiap proyek pemerintah ini benar-benar diperuntukkan dan bermanfaat bagi warga kota Malang,” tegasnya.

Kalau alasan walikota untuk pembangunan MCC ini adalah karena angka pengangguran terbuka di kota Malang besar, ini sama sekali tidak masuk karena ukuran pengangguran terbuka tersebut adalah para mahasiswa yang nota bene mereka tidak akan tinggal terus dikota Malang, jadi itu tidak bisa jadi acuan, kalau syarat kota Malang menjadi kota inovatif adalah angka pengangguran terbuka, maka biar saja gelar itu tidak diperoleh asal kepentingan dan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat terpenuhi dan benar-benar dirasakan oleh warga kota Malang sendiri,” tutup Arif mewanti wanti.

Perlu diketahu, Komisi B DPRD membidangi pembahasan terhadap ranperda, dan rancangan keputusan  serta pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan daerah dan APBD sesuai dengan ruang lingkup tugas komisi masing-masing. (kaf/sbl)

Comment here