Sosial

Berkenalan Dengan Toleransi Melalui Wayang Wolak walik

Sekilasmalang.com, Kabupaten Malang – Berkenalan Dengan Toleransi Melalui Wayang Wolak walik

Konsekuensi logis semboyan Bhineka Tunggal Ika berarti menerima keberagaman sebagai warga Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ini yang kemudian dapat tercermin oleh Sang Garuda Pancasila yang mencengkeram erat semboyan “Bhineka Tunggal Ika.”

Kiranya, hal demikian juga menjadi alasan bagi Ponpes An Nashr Wajak, mengenalkan santri didik pada toleransi, menerima keberagaman sejak dini.

Dakwah kebudayaan menjadi pilihan. Tak tanggung tanggung, pagelaran Wayang Wolak Walik dihadirkan pada Sabtu (16/11), di Gedung Smp An-nashr, Desa Patuk, Sukolilo, Kecamatan Wajak.

Djumali, empunya wayang wolak walik yang secara langsung memainkan narasi cerita bertema Toleransi dihadapan puluhan santri dipondok yang terbilang baru namun berkembang pesat ini.

“Mengenalkan pada anak2 memahami makna toleransi berkehidupan, bermasyarakat, bernegara dan beragama,” kata Djumali yang juga merupakan Sekretaris Jendral (Sekjen) salah satu lembaga kebudayaan NU usai pertunjukan wayangnya.

Pria yang lebih karib disapa Lek Jum ini menambahkan, selain wayang wolak walik, media sulap juga dia gunakan untuk memahamkan tentang apa toleransi itu.

“Sulap dan wayang menjelaskan konsep toleransi mulai dari tataran paling sederhana,” tukas Lek Jum.

Informasi yang dihimpun, di Ponpes An Nashr ini, ada pendidikan formal mulai dari RA, MI hingga SMP. Lebih menarik, di SMP An-nasrh, siswa sudah dibekali keterampilan penunjang seperti menjahit dan komputer yang umumnya diterima siswa dibangku SMK.

Selain itu, ada pula pelajaran tentang ilmu alat, Nahwu dan Shorof sebagai dasar yang kuat bagi siswa didik.

Selain Wayang Wolak Walik, hadir pula , Kak Azis Franklin Suprianto yang spesialis dongeng, juga Erik Priyanto Kordinator GUSDURian KANJURUHAN MALANG yang merupakan penerus Gus Dur sebagai penganjur toleransi.(kaf/sbl)

Comment here