Sekilas Malang

Viral !!! Motivator Tempeleng Siswa SMK di Malang Jadi Tersangka.

Sumber : Wartakota.tribunnews.com

Sekilasmalang.com, Kota Malang – Viral ! Motivator Tempeleng Siswa SMK di Malang Jadi Tersangka.

Viral video Seorang motivator menampar pipi siswa SMK Muhammadiyah 2 Kota Malang. Video kekerasan terhadap anak yang masih berstatus pelajar tersebut berawal dari adanya Seminar Kewirausahaan pada Kamis (17/10). Seketika itu juga, polisi bergerak cepat menelusuri kejadian tersebut.

Hasilnya, menetapkan Agus Setyawan alias Agus Piranhamas, motivator acara tersebut sebagai tersangka pada Jumat (18/10). Pelaku mengakui perbuatannya dan menyatakan permintaan maaf baik ke siswa maupun pihak sekolah. Tersangka ditahan di Polres Malang Kota untuk pemeriksaan lanjutan.

Agus, sang motivator yang jadi tersangka kekerasan terhadap anak di bawah umur dan diancam hukuman maksimal 5 tahun penjara. Kasus yang viral di sosial media ini mendapat perhatian serius.

Motivator menampar siswa SMK Muhammadiyah 2 Malang di aula sekolah saat mengisi seminar. Peristiwa itu terjadi di aula sekolah, Kamis, (17/10) siang saat sekolah menggelar Seminar Motivasi Berwirausaha dengan peserta puluhan siswa. Pihak sekolah mengundang Agus Setyawan, CEO PT Piranhamas sebagai motivator.

Aksi penamparan itu direkam seseorang dari dalam ruangan dari jarak sekitar 5 meter. Dalam video berdurasi 17 detik itu tampak sejumlah siswa berdiri berbaris di depan. Satu demi satu maju menghadap dan ditampar sekaligus dimaki oleh Agus.

Bunyi tamparan tampak keras terdengar, seorang di antara siswa itu terlihat sampai jatuh terjengkang. Hasil visum kepolisian menyebutkan ada bibir seorang siswa pecah terluka. Sedangkan sebagian besar terdapat lebam bekas tamparan.

Kronologi penamparan motivator terhadap siswa SMK 2 Malang pada Kamis (17/10).
(Sumber Gambar : Surabaya.liputan6.com)

WY, salah seorang dari 10 siswa korban kekerasan menceritakan kejadian itu di hadapan Wali Kota Malang, Kapolres Malang Kota dan Dandim 0818 saat pertemuan bersama di aula sekolah. “Sejak awal seminar sudah ada kata-kata motivator kurang nyaman didengar. Saya duduk di kursi belakang dan disebut sebagai siswa kurang berprestasi,” kata WY, Dilansir dari surabaya.liputan6.

Di tengah sesi seminar, ada siswa lain yang ditegur dengan keras. Agus selaku pengisi seminar di hadapan para siswa berjanji akan menempeleng hingga berdarah pada siapa saja yang dianggap berbuat salah.

“Pemateri marah saat dengar siswa tertawa. Itu saat operator perangkat seminar salah tulis, seharusnya menulis goblok tapi ditulis goblog,” ucap WY. Pemateri bertanya siapa saja yang tertawa, tapi tidak ada satu pun yang berani mengaku. WY bersama rekan – rekannya memberanikan diri maju mengaku. Saat itulah mereka mengalami kekerasan tersebut.(bgs/kaf)

Comment here