Politik

PDIP dan Golkar Sudah Sebut Nama, Kemana PKB?

Sekilasmalang.com, Kabupaten MalangPDIP dan Golkar Sudah Sebut Nama, Kemana PKB?

Perhelatan pemilihan kepala daerah (pilkada) Kabupaten Malang 2020 sudah di depan mata. Sejumlah partai politik telah melakukan berbagai tahapan menyambut datangnya pesta demokrasi 5 tahun sekali tersebut. Tentu saja, yang menarik perhatian adalah langkah politik 3 besar partai pemenang pemilu legislatif 2019 di Kabupaten Malang yaitu PDIP, PKB dan Golkar. Apa saja yang sudah dilakukan oleh ketiga partai itu sejauh ini?

PDI Perjuangan Solid Dukung Sri Untari
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) termasuk salah satu partai pertama yang melakukan tahapan politik. Merasa mampu mengusung calon sendiri tanpa koalisi karena meraih 12 kursi legislatif, Partai besutan Megawati tersebut telah membuka penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati pada bulan September lalu. Hasilnya, sebanyak 8 orang telah mendaftarkan diri. Mereka adalah Didik Budi Mulyono (Sekda Kabupaten Malang), Hasan Abadi (Rektor Unira), Wibi Dwi Andriyas (Pengusaha), Wahyu Eko Setiawan (Aktivis), Hendik Arso (Kades), Juma’ali (Wakil Ketua Lesbumi PBNU), Diki Sulaiman (Ketua Kadin Kota Malang), dan Umar Usman (Ketua PCNU Kabupaten Malang.

Namun belakangan, nama sekretaris DPD PDIP Jawa Timur, Sri Untari justru muncul dan digadang – gadang akan diusung oleh partai banteng tersebut. Sri Untari sendiri secara eksplisit menyatakan siap jika diberi mandat oleh partai. Namun ia memilih untuk menunggu keputusan DPP PDIP pada Januari mendatang. Selain pendaftaran di tingkat DPC, PDIP memang membuka pendaftaran juga di tingkat DPD dan DPP. Nama Sri Untari sendiri kabarnya diusulkan oleh DPD PDIP Jawa Timur ke DPP.

Lebih lanjut, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto menerangkan, partainya wajib memiliki kader dari internal partai agar dapat meraih suara kemenangan.

“Kita semua, kader PDI Perjuangan Kabupaten Malang bersepakat memberikan mandat kepada bu Sri Untari,” jelas pria yang juga menjabat Ketua DPRD Kabupaten Malang itu. 

Golkar Usung Ketua Partai
Berbeda dengan PDIP, Partai Golkar tampaknya lebih memilih untuk mengusung ketuanya sendiri sebagai calon bupati. Siadi, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Malang, didorong oleh internal partai untuk maju dalam pilkada mendatang. Bahkan, beberapa organ sayap partai beringin ini sudah melakukan deklarasi dukungan. Pria yang juga anggota DPRD Jawa Timur tersebut dinilai punya popularitas, pengalaman dan kapasitas untuk maju sebagai calon bupati. Walau Partai Golkar masih membutuhkan koalisi karena hanya meraih 8 kursi legislatif, namun mereka optimis bisa merangkul partai lain untuk maju di pilkada 2020 mendatang.

“Posisi calon bupati Malang atau N-1 menjadi harga mati yang tak bisa ditawar. Pak Siadi untuk N-1 dan kader Golkar siap untuk memperjuangkannya,” kata politisi Golkar Miskat, Jumat (6/12/2019) menyikapi komitmen para kader partai Golkar ini.

Seperti diketahui, ketua DPP partai Golkar Airlangga Hartarto baru – baru ini juga menyampaikan bahwa partainya akan memprioritaskan para ketua DPD I dan DPD II untuk maju dalam pilkada di daerah asalkan punya modal elektabilitas. Beberapa jajak pendapat di media juga menempatkan Siadi dalam posisi bersaing dengan kandidat yang lain dengan prosentase yang cukup bagus.

PKB masih adem ayem, Usung petahana atau figur baru?
Lain halnya dengan 2 partai diatas, partai yang lahir dari rahim NU ini justru terkesan masih adem ayem menyambut datangnya pilkada Kabupaten Malang 2020. Padahal, saat ini salah satu kader PKB yaitu Sanusi tengah memegang tampuk kepemimpinan tertinggi di eksekutif Kabupaten Malang sebagai Bupati. Namun hingga saat ini, belum ada kepastian atau garansi bahwa rekomendasi PKB akan jatuh ke Sanusi yang merupakan petahana.

Jika dilihat, sebenarnya PKB punya potensi besar di pilkada kali ini. Selain punya kader sebagai petahana Bupati, kali ini dengan 12 kursi legislatif, PKB juga mampu mengusung calon sendiri tanpa koalisi. Ditambah, PKB juga punya 2 kader masing – masing di DPRD Jawa timur dan 2 kader lagi duduk di DPR RI yaitu Latifah Shohib dan Ali Ahmad, yang sekaligus sebagai ketua DPC PKB Kabupaten Malang.

Perihal penetapan bakal calon,  ketua DPC PKB, Ali Ahmad mengaku tidak memiliki kewenangan untuk merekomendasikan siapa yang bakal maju. Namun Ia berjanji akan mengusung figur terbaik agar mendapatkan rekomendasi dari DPP PKB.

“Untuk rekomendasi merupakan kewenangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB. Kami hanya menjalankan perintah dari pusat dan siapapun yang mendapat direkomendasi akan kami dukung,” jelas Anggota Komisi XI DPR RI itu.

Lanjut Pengasuh Ponpes Alhidayah Karangploso ini, PKB tidak membuka pendaftaran Bakal Calon Bupati Malang, dan akan lebih memprioritaskan kader internal. Pihaknya pun lebih mengutamakan musyawarah karena menilai banyak kader potensial yang siap terjun di Pilkada Kabupaten Malang 2020.

Selain Sanusi dan Ali Ahmad sendiri, beberapa nama dari kader Nahdlatul Ulama juga muncul dari arus bawah warga nahdliyin, yaitu Hasan abadi (Rektor UNIRA Malang) dan Umar Usman (Ketua PCNU Kabupaten Malang). Apakah PKB kembali mengusung Sanusi atau figur baru yang sedang naik daun seperti Ali Ahmad? Kita tunggu perkembangan politik selanjutnya.

(Sumber: Politika Malang)

Comment here