Pendidikan

Gelar Dolanan Bareng, Langkah Awal Rumah Belajar MB3+ Sidotopo Menuju Kepanjen Inklusif dan Ramah ABK

Sekilasmalang.com, Kabupaten Malang – Gelar dolanan bareng, langkah awal Rumah Belajar MB3+ Sidotopo menuju Kepanjen Inklusif dan Ramah ABK.

Gelaran Dolanan Bareng yang menurut rencana akan dilaksanakan pada Minggu (29/9) mulai 07.00 – selesai, di Rumah Belajar Inklusi MB3+, Jalan Sidotopo, Kepanjen, Kabupaten Malang tersebut merupakan langkah awal menuju Kota Kepanjen yang Inklusif dan Ramah ABK.

Hal ini disampaikan Binti yang merupakan kepala sekolah dilembaga yang fokus pada pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) tersebut. Menurut Binti, fokus kegiatan ini adalah mengembalikan ABK pada sosial dengan teman sebaya.

“Supaya ABK bisa membaur dengan non ABK,” terangnya.

Selain itu, menurutnya, ini juga menjadi langkah awal menuju Kepanjen ramah ABK. Alasanya, dikepanjen sendiri menurut Binti, tercatat hanya ada tiga lembaga pendidikan yang fokus terhadap pendidikan anak berkebutuhan khusus.

“Hanya ada tiga lembaga yang menangani pendidikan khusus ABK,” imbuhnya.

Sedangkan, Binti melanjutkan, dibanyak sekolah konvensional negri dan swasta banyak terdapat ABK yang menurut dia perlu mendapat penanganan khusus dari pengajar yang khusus pula.

“Fakta lain, di sekolah negeri banyak dijumpai ABKyang perlu mendapat perhatian dalam hal penanganan,” tegas perempuan yang juga kepala yayasan Noor Sidotopo ini.

Sementara, Ferry Baharudin ketua pelaksanaa Dolanan Bareng mengatakan bahwa selain kegiatan ini untuk ajang silaturahmi pegiat pendidikan ABK, ada nilai edukasi yang bertujuan mengenalkan kembali permainan tradisional dilingkungan sekolah.

“Dolanan itu bermain, bermain permainan tradisional yang dulu pernah populer,” terang pemuda berkacamata tebal ini. Menurutnya, hal ini penting untuk kelestarian permainan tradisional.

Disinggung soal teknis acara, Ferry menjelaskan, nanti akan ada penorehan cap jari dari beberapa stakeholder yang sepakat mengawal Kota Kepanjen Inklusif dan Ramah ABK. Kamp

“Seluruh stakeholder kita ajak cap jempol dimedia kain putih sebagai bentuk komitmen,” terangnya.

Hal yang lebih penting menurut Ferry, mengupayakan ABK dan Non ABK untuk membaur sebagai bentuk rehabilitasi psikososial dengan cara penyadaran. “Bahwa, ABK ingin dipandang sama dengan anak anak lainnya,” tukas mahasiswa psikologi yang juga pengajar di Rumah Belajar Sidotopo ini.

Selain Dolanan Bareng, ada juga sesi dongeng yang akan dibawakan pendongeng kawakan Aziz Franklin. Tak hanya itu, ada kelas parenting khusus ABK bersama Otty Rovianty.

Dalam kegiatan Dolanan Bareng ini, Rumah Belajar MB3+ Sidotopo menggandeng beberapa lembaga pendidikan juga lembaga yang bergerak pada wilayah disabilitas, antara lain PC LP Ma’arif Kabupaten Malang, PC IPNU Kabupaten Malang, Pemuda Digital Community (PDC), Himpunan Mahasiswa Prodi Psikologi (Himappsi) Unira Malang, Lingkar Sosial (Lingksos), Arek Kepanjen (AK), Tutik Catering, Lentera Nusantara. (red)

Comment here