Di era saat ini, persentase lahan pertanian terus mengalami penurunan akibat maraknya pembangunan rumah dan gedung yang mengharuskan konversi lahan produktif, termasuk area pertanian dan kehutanan. Jika kondisi ini tidak disertai kesadaran masyarakat untuk menjaga keberlanjutan lingkungan, bukan tidak mungkin bahwa di masa mendatang lahan pertanian akan semakin berkurang bahkan habis. Hal ini tentu berdampak serius terhadap ketersediaan pangan alami yang menjadi sumber nutrisi penting bagi kesehatan manusia.
Berkaitan dengan hal tersebut, penulis berupaya memberikan edukasi mengenai pentingnya penanaman, khususnya tanaman sayur yang tidak hanya menyehatkan tetapi juga ramah lingkungan. Kampus ITKM Widya Cipta Husada memiliki program Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) bertema Green Cityzenship, salah satu kegiatannya yaitu Urban Farming. Program ini dilaksanakan bekerja sama dengan SMAN 1 Kepanjen yang memiliki profil sekolah Adiwiyata, sehingga keduanya memiliki visi selaras dalam upaya pelestarian lingkungan (Basit et al., 2022).
Penanaman tumbuhan saat ini sangat penting, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan manusia, tetapi juga untuk menjaga keseimbangan ekosistem. Tanaman sayuran organik merupakan salah satu komponen vital dalam ketahanan pangan. Para ahli gizi menegaskan bahwa sayuran merupakan bagian penting dari pola makan sehat karena berperan besar dalam menjaga kesehatan tubuh dan mencegah penyakit kronis. Empat jenis sayuran seperti cabai, sawi hijau, pakcoy, dan seledri memiliki khasiat yang berbeda serta metode penanaman dan masa panen yang beragam (Febrian et al., 2023).
Menurut Alodokter.com, sayuran hijau memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, antara lain mencegah penyakit, meningkatkan imun, mendukung kesehatan pencernaan, serta memberikan asupan vitamin dan mineral penting seperti vitamin A, vitamin K, dan kalium. Tanaman cabai, seledri, pakcoy, dan sawi hijau juga memiliki kesamaan manfaat, di antaranya kandungan antioksidan, peningkatan daya tahan tubuh, perbaikan fungsi pencernaan, dan dukungan terhadap kesehatan jantung (Sulistina, 2023). Namun, masing-masing tanaman tetap memiliki keunikan manfaat sehingga konsumsi yang bervariasi sangat dianjurkan.
Berdasarkan informasi dari Detik.com, berikut metode penanaman dan masa panen beberapa tanaman sayur:
1. Cabai
Metode: Biji ditanam sedalam 1–2 cm, jarak 30–40 cm.
Waktu tanam terbaik: Musim kemarau (April–September).
Panen: 60–90 hari.
2. Seledri
Metode: Benih ditabur di permukaan tanah dan ditutup tipis, jarak 10–15 cm.
Waktu tanam: Sepanjang tahun.
Panen: 60–90 hari.
3. Pakcoy
Metode: Biji ditanam 1–2 cm, jarak 20–30 cm.
Waktu tanam: Sepanjang tahun.
Panen: 30–60 hari.
4. Sawi Hijau
Metode: Biji ditanam 1–2 cm, jarak 20–30 cm.
Waktu tanam: Sepanjang tahun.
Panen: 30–60 hari.
Perbedaan masa tanam dan panen sangat dipengaruhi oleh varietas serta kondisi lingkungan.
Dengan demikian, penanaman sayuran organik bukan sekadar upaya memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga langkah nyata menjaga kelestarian lingkungan. Melalui penanaman cabai, seledri, pakcoy, dan sawi hijau, masyarakat dapat memperoleh manfaat kesehatan sekaligus membantu menciptakan lingkungan yang lebih hijau. Kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat sangat diperlukan agar keberlanjutan pangan dan kesehatan lingkungan tetap terjaga di masa depan.
Oleh Tim Urban Farming ITKM WCH Berkolaborasi dengan SMA Negeri 01 Kepanjen**
Penulis:
Yeni Cahyati, S.Si., M.Si
M. Alifudin Iksan, S.Pd., M.Pd
Christopher Adrian Moreno D
