Mendorong Pihak Pemerintah pusat Membuka Ruang Kajian Khusus OTSUS Papua Di Setiap Daerah

 

 

Sekilasmalang.com, Ngopini – Mendorong Pihak Pemerintah pusat Membuka Ruang Kajian Khusus OTSUS Papua Di Setiap Daerah.

 

“Sebagaimana kita ketahui bahwa Otsus di Provinsi Papua telah berjalan 20 tahun, nanti 21 November 2021. ini waktu yang cukup panjang dalam implementasi penggunaan anggaran yang cukup besar tersebut, namun cukup disayangkan tidak adanya perkembangan yang cukup jelas maupun transparansi dari pengalokasian anggaran tersebut dari berbagai aspek.

Dalam perjalanannya banyak hal yang telah dicapai, namun ada pula yang perlu diperbaiki diantaranya tentang pemerataan pembangunan antar kabupaten kota di Provinsi Papua dan Papua Barat. Untuk itu perlu diambil kebijakan strategis diantaranya dengan melakukan perubahan terhadap Undang-undang nomor 21 tahun 2001 tentang otonomi khusus bagi Provinsi Papua,” jelas Mendagri saat menyampaikan sambutan dari perwakilan Pemerintah pada saat 13/07/2021 Kemenkeu – Panitia Khusus (Pansus) Revisi Undang-Undang (RUU) Otonomi Khusus (Otsus) Provinsi Papua DPR RI dan Pemerintah menyetujui perubahan kedua Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otsus Provinsi.

Walaupun di negara kita tercinta ini terlanda Musibah Covid-19 yang meluluhlantakkan semua keadaan negara kita, namun semua tugas konstituen pihak itu tetap berjalan. Dari Dana OTSUS Jilid I masih ada pihak masyarakat yang merasa dirugikan karena kurangnya transparansi dan banyak pula yang bahasakan Dana tersebut sebagai keamanan keutuhan NKRI, dan bagi saya tidak ada jaminan Anggaran tersebut sebagai penyelesaian Konflik. sampai beberapa pihak kementerianpun mempertanyakan kejelasan Alokasi anggaran tersebut di aspek pendidikan, sebagaimana Statemen MENDIKBUDRISTEK Nadiem Makarim di media CNN pernah mengatakan Pihaknya tak pernah mendapat data penggunaan dana otonomi khusus (otsus) papua Bidang Pendidikan.

Sepanjang 2020, papua mendapat alokasi anggaran pendidikan Rp. 1,62 triliun dari total dana Otsus papua Sebesar Rp5, 29 triliun. sementara Papua Barat menerima sekitar Rp470 miliar dari total dana Otsus Papua Barat Rp1,7 triliun.

Bidang Pendidikan inilah yang paling utama perlu di optimalkan sebagai Pintu jalan kecerdasan masa depan generasi bangsa Tanah Papua. Negara harusnya tidak menutup mata dan telinga masyarakat Papua tersebar diberbagai daerah, pada khususnya mereka punya generas Emas Daerah yang menempuh jenjang pendidikan sebagai Mahasiswa di berbagai kota besar ternama yang tersebar di Indonesia ini. Pemerintah pusat sampai daerah harus punya perhatian khusus, harus punya kesadaran yang kolektif kalau mau membangun bangsa ini apalagi banyaknya Mimpi besar untuk perubahan Tanah Papua, sehingga upaya tersebut harus mulai dari sekarang lagi dengan berlakunya anggaran OTSUS Jilid II. Pada khususnya di Malang Raya banyak sekali kawan-kawan kami dari Papua untuk perlu di perhatikan dan di libatkan dengan kajian khusus OTSUS Papua, mereka sangatlah loyal dan totalitas berjuang di tanah rantuan bumi arema untuk belajar demi masa depan daerahnya. oleh karenanya pemerintah pusat harus mempunyai cara bagaimana melibatkan teman-teman mahasiswa papua yang tersebar ditiap daerah, pada khususnya Kota Malang ada Organisasi Induk IPMAPA (Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua) Se-Malang Raya untuk mendapatkan informasi valid terkait aspirasi riil orang papi tanpa pemerintah jauh-jaub ke Papua habiskan anggaran masih banyak masyarakat dan mahasiswa yang mewakilkan segala problem di Papua. Untuk menjadi Catatan Kota Malang harus menjadi corongnya intelektualitas yang mampu memikirkan masa depan bangsa Indonesia seutuhnya sebagaimana Malang merupakan julukan kota Pendidikan.

 

Salam.,

Oleh : Iklas Ade Putra, Bangsa Ketua Gerakan Aktivis Millenial (GERAM) Malang Raya.

Exit mobile version