Jumat, 25 November 2022
spot_img

Hasil Pemira UM Ditolak, Ini Ungkapan Kekecewaan Calon Presma dan DPM ke Rektorat

Sekilas Malang – Hasil Pemira UM Ditolak, Ini Ungkapan Kekecewaan Calon Presma dan DPM ke Rektorat

Pemilihan Umum Raya (Pemira) Universitas Negeri Malang tahun 2020 mendapatka penolakan dari sejumlah pihak.

Penolakan datang dari beberapa DMF (Dewan Mahasiswa Fakultas) yang memberikan pernyataan keberatan terhadap pelaksanaan Pemira 2020. Pernyataan tersebut disampaikan oleh DMF FMIPA, DMF FT, DMF FIP, dan DMF IK melalui surat gugatan yang ditujukan kepada Majelis Kemahasiswaan.

Imbas dari gugatan tersebut, hasil Pemira yang sudah dilaksanakan pada, Selasa 15 Desember 2020 silam terpaksa harus dibatalkan oleh pihak rektorat.

Pembatalan Pemira ditandai dengan terbitnya Surat Keputusan Rektor Universotas negeri Malang Nomor 30.12.199/UN32/KM/2020 tentang Penyelesaian Sengketa Pemilihan Umum Raya Universitas Negeri Malang tahun 2020.

Calon Presiden Mahasiswa nomor dua atas nama Hernanda Nur Prastian yanh telah memenagkan proses Pemira UM tahun 2020 mengungkapkan kekecewaannya.

Mahasiswa FEB angkatan 2018 ini mengatakan dirinya sudah mengikuti proses dan ketetuan dari KPU (Komisi Pemilihan Umum) selaku pwnyelenggara Pemira.

Dikatalan Hernanda, pihaknya juga telah memenuhi seluruh persyaratan calon Presma saat seleksi berlangsung. KPU juga menyatakan Hernanda lolos tahap pencalonan untuk maju ke tahap Pemira.

Berdasarkan hasil perolehan suara, Hernanda dan paslonnnya telah memenangkan suara sebagai calon pemimpin eksekutif baru bagi mahasiswa UM.

“Namun, keputusan yang dikeluarkan pihak rektorat berkata lain. Pembatalan hasil Pemira tahun 2020 diputuskan lantaran sengketa dari pihak penggugat dan tergugat yang masih belum menemukan solusi,” tuturnya.

Ia menyayangkan pengambilan keputusan tersebut. Hernanda menilai, audiensi yang sempat berlangsung pada, 14 Desember 2020 telah ditadatangani oleh sejumlah perwakilan pihak terkait Pemira termasuk Majelis Kemahasiswaan.

Meski saat itu tak menemukan titik temu, Pemira tetap dilaksanakan sesuai tenggat waktu yang tekah diberikan sebelumnya. Artinya, hal tersebut sudah menjadi dasar tersedniri dari proses Pemira yang tetap sah dilaksanakan.

“Saya kecewa dengan hal ini apalagi proses pemira berlangsung saat momen UAS. Pastinya banyak tenaga, pikiran, yang harus dikorbankan termasuk UAS saya, selama mengikuti tahap pencalonan Pemira sampai hari pelaksanaan,”ungkapnya, Selasa 19 Januari 2021, malam.

Hernanda menuturkan saat surat keputusan itu diterbitkan, ia tak menerima pemberitahuan secara khusus meski telah terpilih sebagai calon yang sah. Saat dirinya mencoba menjalin komunikasi, masih belum didapatkan hasil yang maksimal serta keterbukaan dari sejumlah pihak. Hernanda merasa keluh kesahnya masih belum mendapatkan tanggapan atau rasionalisasi yang jelas.

“Saya selaku calon hanya melaksanakan proses Pemira yang ditetapkan dan tidak tahu menahu mengenai persoalan yang disengketakan,” ujarnya.

Senada dengan Hernanda, pernyataan serupa juga datang dari calon senator terpilih yang juga harus mengikuti proses Pemira ulang.

“Seharusnya jika ada yang disengketakan muai sebelum pelaksanaan Pemira, pelaksanaan Pemira diundur sejak awal, dan bukan diteruskan apa lagi hasilnya dibatalkan begitu saja,” katanya.

Ia hanya menginginkan hasil Pemira tetap dilanjutkan dan pihaknya mendapat ruang untuk berdikusi bersama pihak rektorat terkait persoalan sengketa.***

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,587PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles