Jumat, 3 Februari 2023
spot_img

CEO Kanal Anak Bangsa Tegaskan SPI Harus Tetap Berdiri

Sekilasmalang.com, Kota Batu – CEO Kanal Anak Bangsa Tegaskan SPI Harus Tetap Berdiri.

Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) yang terletak di Jalan Raya Pandanrejo, No.2, Bumiaji, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, kedatangan seorang pengamat sosial yang sekaligus juga Chief Executive Officer (CEO) dari Kanal Anak Bangsa TV, Rudi S. Kamri, Selasa (19/7/2022).

Rudi S. Kamri menjelaskan adapun maksud dan tujuan kedatangannya ke SPI, adalah bukan untuk membela siapapun namun tujuannya untuk memberikan dukungan agar sekolah SPI tetap berdiri. Analoginya, jika Ingin Menyelamatkan Lumbung Padi Bunuh Tikusnya Saja, Jangan Rusak Lumbungnya, Karena padi – padinya masih bermanfaat.

Foto : CEO Kanal Anak Bangsa Tegaskan SPI Harus Tetap Berdiri, Istimewa.


Ia punya komitmen bahwa sekolah ini harus diselamatkan karena ada ratusan orang bersekolah di sini dan berharap di SPI.

Bukan hanya yang sudah berada di sini saja namun didaerah lain yang juga ingin bersekolah di sini masih banyak, makanya sekolah SPI ini harus diselamatkan. 

“Caranya seperti apa, saya mengajak pihak managemen untuk memperbaiki namun ternyata mereka sudah melakukan dengan hal-hal yang diarahkan pemerintah, yang jelas sekolah ini harus diselamatkan. Saya punya analogi, bahwa kalau ada lumbung dan ada tikus yang kita buru tikusnya lho tapi lumbunganya jangan karena padi-padi dilumbung tersebut masih bermanfaat, itu komitmen saya,” tegasnya. 

Disinggung terkait petisi yang dilakukan oleh para siswa SPI beberapa waktu yang lalu, Rudi mengatakan bahwa kekhawatiran para siswa tersebut masuk akal. Karena badai ini masih berlangsung terus, opini publik terus berlangsung.

“Untuk itu saya memahami kalau mereka ada rasa kekhawatiran, namun tadi sudah saya sampaikan agar mereka tidak membela seseorang, biarlah berproses hukum. Saya sebagai pegiat sosial ya berfikir sekolah ini harus diselamatkan, itupun bukan hanya saya saja. Namun semuanya termasuk stake holder juga harus ikut andil dalam menyelamatkan sekolah ini, karena kekhawatiran ini kita maknai bahwa mereka menyayangi SPI,”  jelasnya.

Rudi juga menjelaskan bahwa beberapa waktu yang lalu, dirinya juga pernah bicara dengan beberapa alumni yang saat ini lagi berperkara, dan ternyata mereka juga memiliki komitmen yang sama bahwa mereka juga ingin menyelamatkan SPI dan menyelamatkan adik-adiknya. 

“Berarti ini kan sama seperti kami, yang ingin berjuang untuk menyelamatkan SPI,” ucapnya.

Saat kunjungan ke SPI, dirinya juga sempat wawancara dengan beberapa murid yang dipilihnya sendiri, dia melihat bahwa SPI ini baik-baik saja tidak ada masalah. 

“Saya juga menguatkan kepada mereka, dan saya jelaskan bahwa yang peduli terhadap mereka itu banyak, yang peduli dengan SPI untuk tetap berdiri dan berkiprah untuk membantu bangsa Indonesia ini sangat banyak, jadi tidak perlu khawatir. Selain itu saya juga memberikan kekuatan pada managemen untuk merangkul anak-anak ini, karena anak-anak ini adalah harapan bangsa,” tuturnya.

Kendati demikian ia juga meminta kepada pengurus yayasan dan guru-guru untuk terbuka dengan masukan-masukan yang diberikan oleh masyarakat maupun dari instnsi terkait. 

“Namun saya melihat mereka sangat terbuka dengan masukan-masukan tersebut, terkait dilaksanakan atau tidak perlu kita awasi bersama. Apakah perubahan yang dilakukan oleh managemen yayasan atau  SPI itu dilaksanakan atau tidak, indikatornya adalah anak-anak itu bahagia atau tidak bersekolah di SPI,” ucapnya.

Ia menyebut dari 800 siswa yang sudah lulus dari SPI, sebagian besar meraka menginginkan SPI ini tetap ada. 

“Jadi pada adik-adik yang masih bersekolah di sini jangan khawatir dukungan terhadap SPI tetap ada, dan itu luar biasa besar. Saya juga yakin dukungan itu juga ada dari menteri pendidikan bahwa intitas pendidikan harus diselamatkan,” tegasnya.

Rudi paparkan bahwa ada masukan dari ketua yayasan bahwa ada beberapa korporasi atau donatur yang selama ini mendukung SPI yang mengundurkan diri.

“Informasi yang saya dapat dari total jumlah nilai yang dibutuhkan untuk operassional SPI, separuh kebutuhan yang biasanya masuk itu mengundurkan diri,” ungkapnya.

Ia menambahkan, karena SPI harus tetap mengaji karyawan, operasional harus jalan terus, makan anak- anak juga harus tersedia makanya ini butuh dana walaupun bisa dikurangi. Namun tidak bisa seratus persen bisa diminimalis.

“Untuk itu saya menghimbau kepada para donatur, tolong jangan menarik dukungan kepada SPI, jangan melihat kasusnya, biarlah berproses hukum di pengadilan, tetapi lihatlah kebutuhan anak-anak Indonesia yang bersekolah di SPI, dan guru-guru yang bekerja di SPI ini juga memiliki keluarga, tolong perhatikan keberlangsungan SPI karena SPI ini menjadi harapan beberapa orang di Indonesia. Jangan dikorbankan, jangan sampai jadi korban tikus yang yang nakal dan lumbungnya kita biarkan terlantar,” pintanya.

“Sekali lagi saya himbau kepada para donatur, tolonglah untuk ikut menyelamatkan SPI dengan tetap memberikan donasinya, kita bersama-sama untuk mendukung keberlangsungan SPI,” tandas dia dengan penuh harap.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,695PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles