AcaraPendidikan

Sambut Maba Unira, Rektor: Generasi Millenials Tidak Boleh Terpapar Radikalisme

Sekilasmalang.com, Kabupaten Malang – Sambut Maba Unira, Rektor Unira: Generasi Millenials Tidak Boleh Terpapar Radikalisme

Rektor Universitas Islam Raden Rahmat (Unira) Malang, Hasan Abadi berpesan agar mahasiswa baru jangan sampai terjangkit radikalisme. Hal demikian disampaikan dalam sambutanya di apel penerimaan mahasiswa baru Unira Malang, Sabtu (14/9), di Halaman Unira Malang.

PKKMB Unira Malang

“Generasi Millenials Tidak Boleh Terpapar Radikalisme,” terangnya. Hal tersebut menurut pria yang karib disapa Cak Hasan ini, organisasi radikal bisa menjadi wabah yang bisa mengancam persatuan dan kesatuan NKRI.

Apalagi, lanjut Cak Hasan, organisasi radikal ini lebih banyak menyasar kalangan millenial yang menurut dia lebih dekat dengan media sosial. Karena, lebih dalam Cak Hasan menjelaskan, penyebaran wabah radikal ini didominasi melalui media sosial.

Selain bahaya laten organisasi radikal, Cak Hasan juga menyebut bahwa narkoba tak kalah berbahaya. Dia mewanti-wanti mahasiswa agar menjauhi barang tersebut.

“Selain organisasi radikal anti Pancasila, Narkoba juga harus menjadi musuh bersama bagi generasi milenial,” tegas tukas Rektor termuda di Kabupaten Malang ini.

Informasi yang dihimpun, ada 575 peserta terdaftar sebagai mahasiswa baru Unira Malang terbagi dalam lima fakultas dan tiga belas program studi.

Sementara dalam kesempatan lain, Presiden Mahasiswa (Presma) Unira Malang juga punya pesan bagi mahasiswa baru yang akan menempuh kuliah di Unira Malang. Presma yang merupakan mahasiswa psikologi ini mengingatkan, mahasiswa jangan sampai lupa terhadap tugasnya menempuh pembelajaran.

“Jadilah mahasiswa yang tahu diri dengan tidak melupakan tujuan belajar,” kata dia.

Sehingga, kata Atok melanjutkan, jika mahasiswa produktif dan aktif tentu akan menunjang kemajuan peradaban bangsa.

Selain itu, berorganisasi menurut Atok juga tak kalah penting. Alasanya, ada mata kuliah tambahan yang belum tentu didapat dibangku kelas perkuliahan.

“Soft skill, keterampilan berdiskusi lebih banyak kita dapat dari organisasi,” tegas mahasiswa yang juga sesepuh salah satu pondok pesantren di Kepanjen ini.

(frb/mam)

Comments (1)

  1. Mantapp…

Comment here

%d blogger menyukai ini: