Acara

Menutup Akhir Tahun 2019, Silaturrahim dan Refleksi Bersama Arief Rosyid

sekilasmalang.com, Kota Malang – Menutup tahun 2019 dengan kegiatan Silaturrahim dan Refleksi Akhir Tahun bersama Arief Rosyid (ketua umum PB HMI periode 2013-2015) di Sekretariat HMI Cabang Malang dengan tema “Resolusi Kepemudaan Dalam Menghadapi Tantangan Masa Depan Bangsa”.

Menurut Arief Rosyid, HMI sebagai salah satu organisasi mahasiswa Islam terbesar di Indonesia dan dunia harus terus menjawab tantangan masa depan ummat dan bangsa. Berhenti berkutat dengan problem-problem klasik yang tidak lagi relevan dengan tuntutan zaman. Setidaknya beberapa peluang yang perlu ditangkap dengan hati senang dan gembira.

Pertama, menurut The Future of World Religions & PEW Research Center yang disajikan Tirto.Id (6/4/2017) dalam infografisnya, Islam diperkirakan dalam rentang 2010-2050 adalah agama dengan pertumbuhan agama terpesat di dunia, sekitar 73% dari 1,5 miliar (23,2%) menjadi 2,7 miliar (29,7%). Artinya, setiap 3 dari 10 orang di dunia adalah Islam.

Kedua, di Kompas (20/12/2019) tergambar puncak bonus demografi Indonesia diperkirakan terjadi pada 2021-2022, tinggal satu tahun lagi. Saat itu, rasio ketergantungan penduduk ada di titik terendah sepanjang sejarah Indonesia, yaitu 45,4. Artinya, 100 penduduk usia produktif menanggung 45,4 penduduk tak produktif, yakni anak-anak dan warga lanjut usia. Tulang punggungnya adalah pemuda.

Ketiga, mayoritas dari orang Islam di dunia dan Indonesia adalah mereka yang berusia muda (Milenial-Y/Centenial-Z).

Keempat, jejaring pemuda Islam Indonesia tersebar di hampir semua benua seluruh dunia. Kelima, Indonesia sejak 2017 telah memiliki Perpres No. 66 tahun 2017 tentang Koordinasi Lintas Sektor Penyelenggaraan Pelayanan Kepemudaan, juga sejak 2018 telah memiliki Indeks Pembangunan Pemuda.

Tentu saja masih banyak peluang lain yang perlu dimanfaatkan sebaik-baiknya, dengan modal utama integritas dan kualitas insan cita.

Ketua Umum HMI Cabang Malang, Sutriyadi, juga menambahkan, bahwa resolusi alangkah baiknya jika tidak hanya sekedar menjadi retorika belaka, melainkan harus dijadikan landasan sebagai penentu arah untuk menyongsong kehidupan lebih baik ke depan. Mengutip hasil rilis survey rumah melinial tahun 2019 bahwa trend generasi muda Indonesia memiliki hasrat tinggi untuk mencapai masa depan yang lebih baik di setiap tahunnya.

Lanjut Sutriyadi, untuk mencapai itu semua, integritas, kapabilitas, komitmen, tanggung jawab, kedisiplinan, serta kalaborasi antar elemen pemuda menjadi kunci penting dalam merealisasikan resolusi di tahun 2020. Terlebih peran aktifnya pemuda sangat dinanti-nanti dalam upaya membangun peradaban kehidupan berbangsa dan bernegara menuju Indonesia emas 2045. (frb/kaf)

Comment here