Jumat, 3 Februari 2023
spot_img

3 Faktor Pemicu KDRT, Kenali Dan Hindari Mulai Sekarang

sekilasmalang.com, Sosial – 3 Faktor Pemicu KDRT, Kenali Dan Hindari Mulai Sekarang

Membina rumah tangga memang tidak sederhana. Antara kita dan pasangan pasti menginginkan pasangan bisa bersikap seperti yang kita inginkan. Hal ini bisa dikatakan mungkin, tapi tidak akan selalu 100% akan sejalan dengan keinginan kita. Bukan hal yang tidak mungkin dalam pasangan selalu ada percekcokan dan konflik. Salah satunya mungkin juga bisa terjadi karena kita dan pasangan tumbuh dan berkembang dari lingkungan dan didikan yang berbeda. Nah, perbedaan inilah yang menimbulkan konflik-konflik dalam rumahtangga.

Apabila sedang dalam keadaan tersulut, kemarahan atas kesalahan pasangan inilah biasanya akan timbul kekerasan. Dilansir dari media social Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Pemberdayaan Anak, ada 2 jenis KDRT. Yang pertama yaitu kekerasan fisik yang mengakibatkan rasa sakit, jatuh sakit bahkan luka berat. Yang kedua adalah kekerasan psikis/mental yang mengakibatkan ketakutan, hilangnya rasa percaya diri, hilangnya kemampuan utuk bertindak, rasa tidak berdaya, dan/ataueritaan psikis berat pada seseorang.

Hal ini tentunya tidak mungkin terjadi tanpa sebab, banyak sekali faktor pemicu KDRT yang secara tak sadar merupakan permasalahan umum yang terjadi dalam lingkup keluarga.

Berikut 3 factor yang memicu terjadinya KDRT:

Ekonomi

Di jaman yang serba modern dan instan ini kebutuhan rumah tangga semakin meningkat belum lagi harga kebutuhan pokok yang semakin mahal dan lapangan pekerjaan yang semakin sulit didapatkan membuat banyak orang kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidgupnya apalagi yang sudah berumahtanga dan mempunyai anak, tentunya tuntutan unyuk memenuhi kebutuhan hidup juga semakin meningkat. Hal inilah yang memicu perselisihan suami istri secara terus-menerus sehingga akhirnya keluarlah perkataan-perkataan yang tak pantas dan timbullah kekerasan fisik.

Mental pasangan

Kematangan mental pasangan yang menikah juga perlu diperhatikan. Dalam hal ini kondisi emosi dan kebiasaan-kebiasaan buruk semasa belum menikah, sangat mempengaruhi kondisi mental dan perilaku seseorang dalam membina rumahtangga. Jika orang yang belum menikah mempunyai perilaku yang kurang baik, kasar dalam perkataan dan perbuatan, mudah marah, kurang sabar dalam berbagai hal. Tentunya sangat mempengaruhi seseorang dalam menjalani kehidupan berumahtangga, dengan segala perbedaan, persamaan dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Dan ketika suatu permasalahan muncul maka perilaku-perilaku buruk inilah yang akan muncul, dengan berkata-kata yang kurang pantas bahkan juga dengan melakukan kekerasan fisik.

Perselingkuhan

Perselingkuhan umumnya muncul karena ketidakpuasan seseorang terhadap pasangannya. Ketika hal ini muncul maka timbullah segala macam ketidakcocokan, ketidaknyamanan, percekcokkan secara terus-menerus bahkan hingga menimbulkan kekerasan fisik.

Korban KDRT umumnya mengalami trauma, tidak hanya berdampak pada orangtua saja tetapi juga pada anak yang sering melihat orangtua cekcok hingga melakukan kekerasan, .secara tidak langsung akan menangkapnya sebagai contoh yang berpotensi untuk melakukan hal serupa pada orang lain termasuk pada pasangannya nanti. Dampak lainya pada anak adalah membuat mereka tidak percaya pada pernikahan.

Dilansir dari harian Jawa Pos Radar Malang, Panitera PA kota Malang mengatakan tidak semua kasus KDRT yang menjadi alasan perceraian turut dilaporkan ke pihak kepolisian. Karena berbagai alasan seperti enggan melapor, tidak tahu harus melapor kemana, tidak mau ribet, bahkan banyak juga yang tidak melnjutkan laporanya karena sudah rujuk kembali. Dalam kasus tidak tahu harus melapor kemana, biasanya berakibat tak sedikit korban KDRT yang memilih untuk bertahan, dan terus-menerus menerima ketidak adilan.

KDRT bisa kita lawan dan kita hindari berbekal kekuatan iman, berlandaskan nilai-nilai keagamaan yang terjamin kebenarannya. Kesadaran tiap pasangan harus selalu dikedepankan, jangan sampai selalu saling menyalahkan, karena akan semakin merusak harmonisnya hubungan. Siapapun bisa menjadi korban KDRT. Korban KDRT tidak mengenal status sosial, entah kaya maupun miskin. Jika memang anda adalah korban KDRT atau anda mengetahui ada tindak KDRT segeralah melapor ke pihak berwajib.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,695PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles